Taghyirat al Auzan al 'Arudliyah fi Syi'ir Imam al Syafi'i : Bahts Takmily

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mufidah, Anis (2015) Taghyirat al Auzan al 'Arudliyah fi Syi'ir Imam al Syafi'i : Bahts Takmily. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (757kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (289kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (295kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (579kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (610kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (276kB) | Preview

Abstract

Imam Syafi’i adalah seorang ulama besar yang terkenal dengan kecerdasan dan kata-kata mutiara yang penuh hikmah. Beliau mampu menyusun kata-kata mutiara yang mendalam dalam bait-bait syair. Syair-syair beliau dibukukan dan dinamai Diwan al-Syafi’i. Syair Imam Syafi’i dapat dikategorikan sebagai buah karya yang bernilai baik (Jayyid) meskipun ada beberapa perubahan pada unsur lafal bait-baitnya, baik perubahan tersebut berupa Zihaf maupun Illat. Maka fokus permasalahan dalam pembahasan ini adalah : 1. Apa saja wazan arudl yang terdapat pada syi’ir Imam Syafi’i? 2. Bagaimana bentuk perubahan wazan arudl yang terdapat pada syi’ir Imam Syafi’i
Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui wazan arudl dari macam-macam perubahan yang terdapat pada sy’ir Imam Syafi’i. Teori sastra yang digunakan sebagai pendekatan dalam pembahasan judul ini adalah teori objektif, yaitu meneliti syi’ir Imam Syafi’i dari segi wazan arudh (yakni hasil pengulangan dari beberapa taf’ilah) dan perubahan yang berupa Zihaf (kecepatan irama) dan Illat (kecacatan irama).
Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode Kualitatif karena sesuai dengan langkah yang digunakan peneliti, yakni dengan cara menyelidiki, menemukan, menggambarkan dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari sumber yang diteliti dan juga hasil yang didapatkan berupa kalimat (wazan arudh) bukan berupa angka.
Temuan hasil penelitian ini menunjukkan :
1. Pada kumpulan sya’ir Imam Syafi’i terdapat 170 judul yang terbagi dalam 522 bait. Adapun Bahar yang digunakan dalam syi’ir nya ada 10 macam, yakni : Bahar Thawil , Bahar Basith, Bahar Wafir, Bahar Kamil, Bahar Rajaz, Bahar Mutaqarrab, Bahar Khafif, Bahar Sari’, Bahar Munsarih dan Bahar Ramal
2. Pada syi’ir Imam Syafi’i terdapat beberapa macam perubahan wazan arudl yaitu
a. Zihaf (perubahan yang terjadi pada huruf kedua dari sebab khafif dan tsaqil yang ada pada taf’ilah-tafilah di hasywu bait) Zihaf yang terdapat pada syair ini berupa Zihaf Idlmar pada bait ke 474, 475, 476 Zihaf Khaban pada bait ke 84, 85, 88 Zihaf Thayyu pada bait ke 114, 115 Zihaf Ashab pada bait ke 134, 135, 136 Zihaf Qabadl pada bait ke 43, 44, 45, 46.
b. Illat (Kecacatan Irama) meliputi Illat Kharm dan Illat Naqash, terdiri dari : Illat Hadzaf pada bait ke 543, 544, 357, 359 Illat Batr pada bait ke 357 dan Illat Kasaf pada bait ke 17, 18, 19, 20.
c. Zihaf yang berlaku pada kedudukan Illat terdiri dari Zihaf Qabadl pada bait ke 46, 47, 48 Zihaf Khaban pada bait ke 192, 193, 194 Zihaf Idlmar pada bait ke 468, Zihaf Thayyu pada bait ke 301, 370, 371.
d. Illat yang berlaku pada kedudukan Zihaf terdiri dari Tsalam terdapat pada bait ke 473.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mufidah, AnisUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kesusastraan > Sastra Arab
Bahasa Arab
Sastra
Uncontrolled Keywords: Arudl; Imam Syafi’i
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Mr. Supriyatno Hary
Date Deposited: 12 Jan 2016 04:20
Last Modified: 12 Jan 2016 04:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3155

Actions (login required)

View Item View Item