Istikhdam al Jumlah al Fi'liyah wa al Ismiyah wa Fawaiduhuma fi Surah al An'am

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sahal, Ahmad (2015) Istikhdam al Jumlah al Fi'liyah wa al Ismiyah wa Fawaiduhuma fi Surah al An'am. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (8MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (324kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (354kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (827kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (276kB) | Preview

Abstract

Sebelum melakukan penafsiran terhadap ayat-ayat alqur’an ada beberapa kaidah yang harus dikuasai oleh seorang mufassir, yang apabila kaidah-kaidah itu tidak dikuasainya, maka kemungkinan keliru dalam suatu penafsiran menjadi lebih besar. Maka dalam pembahasan kali ini kita akan membahas salah satu kaidah diantara kaidah-kaidah yang ada dalam ilmu tafsir, yaitu kaidah Isim dan Fi’il. Cara berkomunikasi dengan menggunakan Ism (kata benda) berbeda konotasinya jika menggunakan fi’il(kata kerja). Hal itu disebabkan oleh perbedaan dalalah antara kata benda dan kata kerja tersebut. Dimana Isim mengandung makna tetap dan terus menerus tanpa terputus (tsubut wa istimrar); sebaliknya fi’il tidak mengandung kata serupa melainkan menunjuk kepada suatu peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu : masa lampau, sekarang, dan yang akan datang (tajaddud/ wahuduts). Maka untuk lebih jelasnya, didalam skripsi ini ini, akan dibahas tentang “faidah penggunaan Ismiyah dan Fi’iliyah dalam surat al- An’am”, dengan pendekatan ilmu Balaghah. Masalah yang dikemukakan dalam masalah ini meliputi Dua hal yatiu : (1)ayat berapakah yang di dalamnya berisi kalimat verbal dan nominal, dan (2) apa faidah kalimat verbal dan nominal yang terdapat dalam ayat – ayat surat al- An’am. Metode yang digunakan dalam membahas masalah ini, penulis menggunakan dua metode, yaitu metode bayani dan metode tahlili. Metode bayani adalah suatu metode yang menjelaskan pendapat-pendapat ulama’ yang berhubungan dengan masalah ini. Metode tahlili adalah suatu metode yang dilakukan pembahas untuk menetapkan pendapatnya berdasarkan pendapat para ulama’ dan kesimpulan-kesimpulan. Sedangkan tujuan pembahas dalam membahas masalah ini adalah untuk mengetahui “penggunaan kalimat verbal dan nominal dan faidah-faidahnya dalam surat al- An’am”. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Manfaat terpenting dalam kajian ilmu Balaghah dalam al- Quran khususnya surat al- An’am ini adalah kita bisa memahami dengan benar bahwa sangat penting bagi kita untuk mempelajari ilmu Balaghah kemudian kita aplikasikan ilmu itu untuk memahami lebih mendalam makna dari kumpulan kalam ilahi. Selain itu, dalam kajian ini dikhususkan pembaca untuk bisa memahami isi dari surat al- An’am terutama ayat yang di dalamnhya memiliki makna dan faidah-faidah dari penggunaan kalimat verbal dan kalimat nominal.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sahal, AhmadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kesusastraan > Sastra Arab
Bahasa Arab
Sastra
Uncontrolled Keywords: Kalimat Verbal; Nominal; faidah-faidah; Surat al An'am
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Mr. Supriyatno Hary
Date Deposited: 12 Jan 2016 03:53
Last Modified: 12 Jan 2016 03:53
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3152

Actions (login required)

View Item View Item