KEPEMIMPINAN PEREMPUAN : PERAN PEREMPUAN DALAM JEJARING KEKUASAAN DI PONDOK PESANTREN AQIDAH USYMUNI TERATE PANDIAN SUMENEP

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Harun AR, Mariatul Qibtiyah (2014) KEPEMIMPINAN PEREMPUAN : PERAN PEREMPUAN DALAM JEJARING KEKUASAAN DI PONDOK PESANTREN AQIDAH USYMUNI TERATE PANDIAN SUMENEP. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (544kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (480kB) | Preview
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (676kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (740kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (330kB) | Preview

Abstract

Latar belakang disertasi ini adalah tentang kepemimpinan perempuan. Masyarakat muslim umumnya mengenal kepemimpinan patriarkal, dan mainstream pemikiran kalangan pesantren adalah dominasi laki-laki, yaitu suatu sistem di masyarakat yang menempatkan laki-laki/kiai sebagai sosok yang layak memimpin. Fenomena menarik dengan tampilnya perempuan bisa berperan memimpin dalam jejaring kekuasaan di Pondok Pesantren.
Adapun masalah yang akan ditelaah dalam disertasi ini, adalah: Bagaimana perempuan mendapatkan ruang memimpin di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, yang meliputi bagaimana proses, peran, tipologi dan hasil kepemimpinan dan kuasa perempuan di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Terate Pandian Sumenep
Penelitian ini menggunakan kerangka teori ilmu-ilmu sosial, gender, dan Islam, diawali dengan menggunakan teori feminis kultural, yang dikembangkan Caroll Gilligan. Dalam feminis kultural, jika selama ini reproduksi perempuan merupakan sumber dari penindasan maka cara berfikirnya dibalik justru reproduksi perempuan menunjukkan “kekuasaan” perempuan.
Selanjutnya teori jender berhubungan dengan kekuasaan. Teori kekuasaan Foucault tidak netral dari gender. Disamping itu, teori kesetaraan dalam hubungannya dengan perspektif gender dalam Islam.
Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan perspektif gender dan perempuan, dan Life History. Adapun metode pengumpulan data adalah pengamatan berperan serta (participant observation), wawancara mendalam (in-depth interview) dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Jejaring kekuasaan adalah peluang yang bisa ditangkap sehingga terbuka ruang bagi perempuan memiliki kuasa dan memimpin Pondok Pesantren. Hal ini didukung adanya, kemampuan perempuan untuk memimpin, sistem kekerabatan dan matrilokal. Kedua, peran perempuan di Pondok Pesantren1) Mengembangkan Manajemen Pesantren, 2) Mengembangkan Pendidikan baik formal, informal dan non formal, 3) Pemberdayaan perempuan melalui NGO, 4) Politik Praktis. Ketiga, tipologi kepemimipinan kharismatik dan kolektif, adapun hasil kepemimpinan perempuan di Pondok Pesantren terhadap kehidupan masyarakat adalah adanya kesadaran masyarakat tentang keadilan gender, membentuk sikap dan perilaku mandiri, dan membentuk keharmonisan sosial masyarakat

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Harun AR, Mariatul QibtiyahUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Manajemen Pendidikan
Pesantren
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan; Pesantren; Sumenep;
Divisions: Program Doktor > Ilmu Keislaman
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 11 Jan 2016 03:16
Last Modified: 11 Jan 2016 03:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3136

Actions (login required)

View Item View Item