Membaca proses estetitasi dan privatisasi agama dalam novel Islam populer pasca Orde Baru: kajian strukturalisme genetik Goldman

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Alfin, Jauharoti and Madjid, Hilda Izzati and Jannah, Raudlotul (2017) Membaca proses estetitasi dan privatisasi agama dalam novel Islam populer pasca Orde Baru: kajian strukturalisme genetik Goldman. Laporan Penelitian Unggulan Interdisipliner.

[img] Text
Jauharoti Alfin_Membaca proses estetitasi dan privatisasi agama dalam novel Islam populer pasca Orde Baru kajian strulcturalisme genetik goldman.pdf

Download (3MB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisa bentuk privatisasi dan estetisasi masyarakat muslim yang ada pada novel. (2) Mengetahui bentuk pemodelan yang digunakan dalam menggambarkan proses estetitasi dan privatisasi dalam novel. (3) Menganalisa batasan-batasan agama yang digunakan penulis untuk mensiasati nilai estetis yang ada dalam novel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan strukturalisme Goldman. Terdapat 5 novel (Ayat ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih 1, Ketika Cinta Bertasbih 2, Syahadat Cinta, dan Lafazh-lafazh Cinta) yang digunakan sebagai objek penelitian dalam kajian in Pengambilan data menggunakan metode studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisa data kualittaif yang meliputi koding, reduksi, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan i penelitian ini, ditemukan data proses estetisasi dalam novel AyatAyat Cinta sebanyak 17 data, Ketika Cinta Bertasbih sebanyak 9 data, Ketika Cinta Bertasbih 2 scbanyak 15 data, Syahadat Cinta sebanyak 4 data, dan Lafazh-lafazh Cinta sebanyak 6 data. Berikutnya, ditemukan data privatisasi agama dalam novel Ayat-Ayat Cinta sebanyak 25 data, Ketika Cinta Bertasbih sebanyak 16 data, Ketika Cinta Bertasbih 2 sebanyak 1 data (1 data perbedaan), Syahadat Cinta sebanyak 60 data, dan Lafazh-lafazh Cinta sebanyak 25 data. Habiburrahman El Shirazy dengan dunia imajinya mampu memodelkan dengan indah dan tetap penuh kekhusukan hubungan cinta seorang muslim. Dia menampilkan proses estetisasi tidak selalu harus disikapi negatif. Privatisasi agama yang ditampilkan cenderung dalam bentuk positif. Taufiqurrahman Al-Azizy menggambarkan kisah cinta yang tidak jauh berbeda dengan Habiburrahman El Shirazy. Proses estetisasi cenderung tampil dengan nuansa negatif. Dia menggambarkan privatisasi agama sebagai sesuatu yang wajar. Hadi S. Khuli menggambarkan perjalanan cinta yang lebih komplek dangan penghayatan yang lebih nyata. Proses estetisasi dan privatisasi agama ditampilkan atau disikapi sama dengan karya Habiburrahman El Shirazy. Dan i semua pengarang, ditemukan batasan-batasan agama selalu bertumpu pada Al-Qur'an dan Hadis Nabi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Article
Creators:
CreatorsEmailNIM
Alfin, Jauharotialfin@uinsby.ac.idUNSPECIFIED
Madjid, Hilda IzzatiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Jannah, RaudlotulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Agama
Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Proses estetisasi; Privatisasi agama; Novel Islam polpuler
Divisions: Karya Ilmiah > Laporan Penelitian
Depositing User: Alfin Jauharoti Alfin
Date Deposited: 02 Apr 2019 07:58
Last Modified: 02 Apr 2019 07:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/30867

Actions (login required)

View Item View Item