Tinjauan hukum Islam terhadap penetapan mahar berupa Gading Gajah dalam perkawinan Masyarakat Desa Lohayong Solor Nusa Tenggara Timur

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Musa, Amin (2010) Tinjauan hukum Islam terhadap penetapan mahar berupa Gading Gajah dalam perkawinan Masyarakat Desa Lohayong Solor Nusa Tenggara Timur. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Amin Musa_C01206019.pdf

Download (3MB)

Abstract

Skripsi ini adalah studi tentang tinjauan hukum Islam terhadap penetapan mahar berupa Gading Gajah dalam perkawinan Masyarakat Desa Lohayong Solor Nusa Tenggara Timur. Dalam kehidupan masyarakat, sebagaimana di daerah lain Masyarakat Lohayong memiliki cara tersendiri dalam perkawinan yaitu Gading Gajah ditetapkan sebagai mahar, yang akan ditanggung oleh pihak laki-laki. Pelaksanaan perkawinan dengan menggunakan Gading Gajah sebagai mahar menimbulkan berbagai pengaruh baik itu bersifat positif maupun negatif, pengaruh yang bersifat positif antara lain adalah menanamkan sikap saling menghonnati dan rasa tanggung jawab serta menjaga pergaulan dikalangan remaja. Sedangkan pengaruh yang bersifat negatif antara lain, bersifat memaksa karena pada wnumnya ekonomi menengah ke bawah, oleh karena itu diharapkan kepada generasi muda untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul dan dapat mengurangi atau dapat disesuaikan. dengan keadaan atau situasi yang ada, karena sulit dilakukan penanggulangan secara umum. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara, dokumentasi yang merupakan langkah-langkah untuk mengumpulkan data dan kemudian data tersebut dianalisa atau di olah dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Adapun yang menjadi faktor pendorong adanya penetapan gading gajah sebagai mahar adalah tradisi adat yang merupakan warisan dari nenek moyang, sehingga sulit dihilangkan bahkan sampai ke anak cucu. Betapa tidak mereka dituntut hams tunduk kepada hukum adat yang berlaku di tempat mereka, dan tidak ada penyesalan dalam diri mereka ketika meninggalkan aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah dan Rasulnya. Yang jelas bahwa pelaksanaan penetapan mahar di Desa Lohayong Solor Timur ini benar-benar jauh dari aturan-aturan Allah dan Rasulnya dan selalu memperturutkan hawa nafsu mereka, sehingga mereka mencoba membuat hukum sendiri untuk mengatur kehidupan dan seakan-akan bahwa hukum Allah tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman saat ini. Hal semacam ini tidak hanya terjadi dimasyarakat Desa Lohayong saja akan tetapi penyakit seperti ini telah menimpa umat islam dewasa ini sehingga mereka lebih patuh dan tunduk kepada hukum buatan manusia daripada hukum buatan Allah, sehingga penulis sangat yakin umat Islam akan dijadikan bulan-bulanan oleh musuh-musuh Islam kita sampai dunia ini kiamat. Dengan adanya mahar berupa Gading Gajah maka mereka beranggapan bahwa dalam perkawinan ini memiliki nilai manfaat yang tinggi dalam hal saling menghargai dan menghonnati antara sesama manusia clan mengangkat harkat dan martabat kaum wanita. Dengan kata lain bahwa wanita sangat dihonnati dan dijunjung tinggi. Akan tetapi di satu sisi bertentangan dengan hukum Islam

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Musa, Amin--UNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam > Perkawinan
Uncontrolled Keywords: Penetapan mahar; Gading Gajah; perkawinan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 27 Mar 2019 07:12
Last Modified: 27 Mar 2019 07:12
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/30818

Actions (login required)

View Item View Item