Implikasi hadis 'Aqiqah dalam kehidupan pada riwayat Ibnu Majah nomor indeks 3165

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Maghfuri, Eka Hanif Arif (2019) Implikasi hadis 'Aqiqah dalam kehidupan pada riwayat Ibnu Majah nomor indeks 3165. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Eka Hanif Arif Maghfuri_E05214003.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kitab Sunan Ibnu Majah termasuk dalam al-Kutub al-Sittah (Kitab Enam Imam Hadis) yang menjadi rujukan utama bagi umat Islam. kitab ini menghimpun 4000 hadis yang terbagi dalam 32 juz. Dalam kitab ini, Banyak hadis tentang anjuran untuk melaksanakan amalan Nabi, salah satunya adalah hadis dengan nomor indeks 3165 mengenai himbauan ber’aqiqah bagi keluarga yang akan mempunyai seorang anak. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Dalam penelitian ini langkah yang digunakan penulis adalah mengumpulkan data dari berbagai sumber, diteliti dan dibandingkan. Langkah selanjutnya dilakukan penelitian kritik sanad dan matan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas hadis tersebut. Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan sosio-historis, yang mana pesan redaksi hadis sesuai dengan informasi fakta sejarah dan sosial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hadis tentang anjuran ber’aqiqah telah memenuhi kriteria kesahihan sanad dan matan dan statusnya adalah Sahih li Dhatihi. Dalam redaksi hadis dijelaskan “setiap anak tergadai pada ‘aqiqahnya”, dengan artian tergadai atau tertahan untuk memberi syafa’at pada orang tuanya, Serta menghambat keberhasilan dari urusan yang akan dia raih. Sebelum ditebus dengan melaksanakan ‘aqiqah, Dianjurkan menyembelihkan pada hari ketujuh. Namun, apabila orangtua belum mampu melaksanakan di hari ketujuh, boleh dilaksanakan saat orangtua sudah mampu, boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh apabila diwaktu kecil belum pernah di’aqiqahi. Dicukur rambutnya setelah menyembelih hewan ‘aqiqah, serta diberi nama yang bermakna baik. ‘Aqiqah adalah amalan baik yang mempunyai banyak manfaat, baik bagi orangtua, anak, bahkan orang lain. Menurut Carol Rinkleib Ellison, seorang psikolog di California menyatakan, jika seseorang melakukan kebaikan, baik itu beramal, menolong, atau memberi hadiah, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin (kebahagaiaan) yang akan memicu timbulnya emosi kebahagiaan, ketertarikan, cinta, dan kasih sayang, rasa berempati pada orang lain. Seseorang yang sering melakukan kebaikan mempunyai daya tahan tubuh lebih baik, kesehatan yang baik, dapat membangun ketenangan, kepercayaan, serta stabilitas psikologi. Jadi, anak yang di’aqiqahi nantinya akan lebih taat ibadahnya, terjaga iman dan kesehatannya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Maghfuri, Eka Hanif Arifabuhanifi4x@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Agama
Anak
Gadai
Hadis
Uncontrolled Keywords: ‘Aqiqah; Tergadai; Kelahiran anak; Hormon Oksitosin
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Maghfuri Eka Hanif Arif
Date Deposited: 19 Feb 2019 08:21
Last Modified: 19 Feb 2019 08:21
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/30447

Actions (login required)

View Item View Item