Dehumanisasi: komparasi pemikiran Richard Rorty dan Paulo Freire

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Muttaqin, Hisyam Fadhlurrohman Zainul (2019) Dehumanisasi: komparasi pemikiran Richard Rorty dan Paulo Freire. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Hisyam Fadhlurrohman Zainul Muttaqin_E71214021.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dehumanisasi masih menjadi problem meskipun masyarakat mulai melek huruf. Pendidikan menjadi bentuk upaya penyejahteraan masyarakat. Namun apa jadinya jika pendidikan tidak memberikan dampak pada peserta didiknya. Penelitian yang dilakukan oleh Paulo Freire ketika berada di Brazil maupun ketika mengalami pengasingan di Chile menunjukkan bahwa masyarakat kehilangan kesadaran akan dirinya. Sedangkan bagi Rorty, adanya fundasionalisme telah menjumudkan manusia dalam bidang kelimuan sehingga manusia terlempar dari kodratnya sebagai makhluk kontingen. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan Richard Rorty terhadap dehumanisasi? Bagaimana pandangan Freire terhadap dehumanisasi? Apa persamaan dan perbedaan pandangan kedua tokoh terhadap dehumanisasi?. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang berarti data penelitian diperoleh dari penelitin terdahulu maupun buku-buku yang berkaitan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal peneliti memakai pendekatan komparasi antara dua pemikiran. Berdasarkan pokok permasalahan tersebut penelitian memperoleh beberapa poin penting. Richard Rorty menganggap bahwa dehumanisasi ada akibat fundasionalisme. Keinginan fundasionalisme mengobjektivkan pengetahuan secara tidak langsung mengekang pemikir yang lainnya untuk membenarkan hal tersebut. Hilangnya sifat kontingen manusia karena objektivisme ini dianggap oleh Rorty dehumanisasi. Paulo Freire menganggap dehumanisasi ada karena sistem pendidikan gaya bank. Pendidikan gaya bank menjadikan peserta didik sebagai objek pengajaran saja. Seharusnya peserta didik mampu menjadi subjek dalam proses pengajaran. Menganggap peserta didik seperti barang ini yang disebut Freire Dehumanisasi. Perbedaan anggapan terhadap dehumanisasi terletak pada tiga poin, latar belakang pemikiran, objek dehumanisasi dan cara penyelesaian. Adapun untuk kesamaan mereka sama-sama menganggap dunia pengetahuan merupakan tempat yang rawan mengalami dehumanisasi dan meskipun berbeda dalam memberikan solusi, namun mereka sama-sama menggunakan metode penyadaran sebagai media dalam menghadapi dehumanisasi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Muttaqin, Hisyam Fadhlurrohman Zainulei.syafa69@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Biografi
Pemikiran
Hak Asasi Manusia
Keywords: Dehumanisasi; Richard Rorty; Paulo Freire
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Muttaqin Hisyam Fadhlurrohman Zainul
Date Deposited: 15 Feb 2019 06:09
Last Modified: 15 Feb 2019 06:09
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/30255

Actions (login required)

View Item View Item