ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENETAPAN PENGADILAN AGAMA SURABAYA NO: 262/PDT.P/2010/PA.SBY. TENTANG PERMOHONAN PENETAPAN AHLI WARIS BEDA AGAMA

Nisnu, Abu (2015) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENETAPAN PENGADILAN AGAMA SURABAYA NO: 262/PDT.P/2010/PA.SBY. TENTANG PERMOHONAN PENETAPAN AHLI WARIS BEDA AGAMA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (214kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (217kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (361kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (356kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (580kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (475kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (357kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (259kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk menjawab tentang bagaimana pertimbangan hukum dan dasar hukum hakim Pengadilan Agama Surabaya dalam menetapkan ahli waris beda agama, serta bagaimana analisisnya.
Data penelitian dihimpun dengan menggunkan teknik studi dokumenter yaitu mengumpulkan data dan informasi dari putusan, buku sekunder, jurnal ilmiah dan undang-undang dan sebagai pengayaan data dilakukan teknik wawancara. Selanjutnya data yang telah dihimpun dianalisis menggunkan Teknik Deskriptif Verifikatif, menganalisis terhadap penetapan Pengadilan Agama Surabaya No: 262/Pdt.P/2010/PA.Sby. yang menetapkan ahli waris beda agama,
apakah putusan tersebut sudah sejalan dengan ketentuan UU tentang peradilan agama, KHI tentang waris, dan hukum waris islam atau sebaliknya.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim
pengadilan agama surabaya dalam perkara No: 262/Pdt.P/2010/PA.Sby. Tentang Penetapan Ahli Waris Beda Agama adalah menggunakan pendapat para Ulama klasik sebagai legitimasi keputusannya, Selain itu juga memenuhi pertimbangan secara yuridis historis dan sosiologis melatar belakangi putusan penetapan pemohon I yang beragama selain Islam untuk mendapatkan harta warisan dari pewaris yang beragama Islam dengan konsep wasiat wajibah. Dan Dasar hukum
hakim adalah Yurispudensi Mahkamah Agung Nomor: 368K/AG/1995,Nomor 51 K/Ag/1995 dan Kompilasi Hukum Islam pasal 172 dan Pasal 209.
Dari penelitian seharusnya hakim dalam isi penetapan No:
262/Pdt.P/2010/PA.Sby. Tentang penetapan ahli waris beda agama memperjelaskan pertimbangan hukum dan dasar hukumnya secara rinci, agar tidak terjadi kesalah fahaman. Untuk memperjelas kepastian hukum dalam KHI, tidak ada salahnya melakukan kajian ulang dengan tujuan menyempurnakan isi
dari KHI. Karena menurut penulis dari perkara yang penulis angkat ini KHI tidak menjelaskan secara rinci syarat sahnya wasiat. Seperti halnya apakah hubungan seagama merupakan syarat sah atau bukan.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Masruhan
Uncontrolled Keywords: Analisis Yuridis; Peradilan Agama; Ahli Waris Beda Agama
Subjects: Ahli Waris
Peradilan Agama Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 23 Dec 2015 02:51
Last Modified: 23 Dec 2015 02:51
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3019

Actions (login required)

View Item View Item