KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT GERSIK PUTIH KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP MADURA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Maswida, Maswida (2014) KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT GERSIK PUTIH KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP MADURA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (429kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (374kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (616kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (170kB) | Preview

Abstract

Rumusan masalah yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu: Bagaimana kehidupan sosial ekonomi masyarakat Gersik Putih kecamatan Gapura kabupaten Sumenep Madura?. Tujuan penelitian ini adalah Agar peneliti dan masyarakat pada umumnya mengetahui kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Gersik Putih kecamatan Gapura kabupaten Sumenep. Peneliti menggunakan metode jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Metode ini dipilih agar diperoleh data penelitian yang bersifat mendalam mengenai kehidupan sosial ekonomi masyarakat Gersik putih kecamatan Gapura kabupaten Sumenep Madura. Teknik pengumpulan datanya menggunakan interview, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara deskriptif dan dianalisis dengan teori fungsionalisme struktural (AGIL) Talcott Parsons. Fungsionalisme struktural menjelaskan bahwa setiap unsur dalam masyarakat mempunyai fungsi, memberikan sumbangan bagi terpeliharanya masyarakat sebagai suatu sistem. masyarakat memiliki fungsi dalam keberlangsungan kehidupannya, yaitu dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat sesuai peranannya sebagai pelaku atau aktor yang harus mampu mempertahankan hidupnya dan mencapai tujuan-tujuan agar bisa survive dalam lingkungan bermasyarakat. Talcott Parsons menjelaskan bahwa ada empat persyaratan mutlak yang harus ada supaya masyarakat bisa berfungsi. Keempat persyaratan itu disebutnya AGIL (adaptation, goal attainment, integration, dan latency/ pattern maintenance).
Hasil temuan dari penelitian ini bahwa mayoritas masyarakat Gersik Putih menjadikan PT. Garam sebagai satu-satunya sumber mata pencaharian mereka yang utama. Alasan mereka adalah karena tidak ada lagi lapangan pekerjaan yang tersedia di desa tersebut, begitu juga dikarenakan tingkat pendidikan masyarakat atau pekerja garam yang rata-rata masih lulusan sekolah dasar. Dengan keadaan yang demikian, mereka tetap bisa survive atau bertahan hidup dengan pekerjaan sampingan mereka, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) di sekitar mereka sebagai masyarakat pesisir. Seperti memanfaatkan tambak ikan pada musim hujan, bekerja memasang jaring dan parayeng di sungai untuk memperoleh ikan, serta ada sebagian yang bertani, dan merantau. Masyarakat Gersik Putih merupakan masyarakat yang mampu membangun relasi sosial secara baik, suka tolong menolong serta bahu-membahu meringankan beban orang lain, dan peduli satu sama lain

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Amin Tohari
Creators:
CreatorsEmailNIM
Maswida, MaswidaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Dakwah > Dakwah, Masyarakat
Uncontrolled Keywords: Kehidupan Sosial; Ekonomi; Masyarakat
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Users 18 not found.
Date Deposited: 05 Feb 2015 08:54
Last Modified: 05 Feb 2015 08:54
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/301

Actions (login required)

View Item View Item