Kesetaraan Gender menurut pandangan Amina Wadud dalam penafsiran penciptaan perempuan pertama

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khairunnisa, Farah Nadhifa (2019) Kesetaraan Gender menurut pandangan Amina Wadud dalam penafsiran penciptaan perempuan pertama. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Farah Nadhifa Khairunnisa_E93214089.pdf

Download (3MB)

Abstract

Dalam mengkaji tentang gender, seorang perempuan selalu menjadi titik permasalahan yang dipengaruhi oleh subjektifitas mufasir dan penafsiran dalam ayat Alquran. Perempuan dianggap sebagai inferior dan menjadi manusia nomer dua setelah laki-laki. Perempuan tidak mempunyai hak mempresentasikan dirinya, dilarang menjadi pemimpin dan manusia terbelakang. Hal-hal ini disebabkan oleh adanya budaya patriarki yang telah memarjinalkan seorang perempuan. Budaya Islam cenderung menganggap laki-laki dan perempuan adalah manusia yang berbeda. Permasalahan yang menjadi akar terjadinya bias gender dalam Alquran adalah tentang proses penciptaan perempuan yakni Hawa. Kajian tentang proses penciptaan hawa ini dilakukan juga oleh salah satu tokoh feminis muslim yakni Amina Wadud yang menawarkan konsep heremeneutik. Penelitian ini merumuskan masalah yakni: 1) bagaimana kesetaraan gender dalam pandangan Amina Wadud dalam Q.s. Al-nisa: 01, 2) bagaimana metodologi tafsir Amina Wadud?Penelitian pada kajian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) karena sasaran utama penelitian ini adalah buku-buku dan literature-literatur yang terkait. Dengan metode penyajian secara deskriptif dan analitis. Sesuai dengan tujuan tersebut, data primer yang digunakan berasal dari penjelasan-penjelasan penafsiran oleh tokoh yang bersangkutan dan beberapa mufasir dalam kitab tafsirnya, serta data sekunder yang berasal dari buku-buku yang relevan dengan penelitian ini.Setelah dilakukan penelitian dari segi ayat-ayat yang membahas tentang kesetaraan gender bagi Amina Wadud dalam penafsiran perempuan pertama, dapat disimpulkan bahwasannya Wadud menafsirkan ayat-ayat tentang perempuan dengan semangat keadilan dan menawarkan konsep berbeda dari mufasir klasik yang cenderung memarginalkan kaum perempuan. Menurut Wadud Alquran sangat adil dalam mendudukan laki-laki dan perempuan. Akan tetapi karena adanya bias patriarki, Alquran terlihat seperti mendiskriminasi kaum perempuan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khairunnisa, Farah NadhifaDhifarah01@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Gender
Al Qur'an
Tafsir
Uncontrolled Keywords: Kesetaraan Gender; Penciptaan Hawa; Amina Wadud
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Khairunnisa Farah Nadhifa
Date Deposited: 14 Feb 2019 08:18
Last Modified: 14 Feb 2019 08:22
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/30035

Actions (login required)

View Item View Item