Literasi dalam Al Quran: studi komparatif Tafsir Ibnu 'Ashur dan al Biqa'i terhadap Surah al 'Alaq ayat 1-5

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Asri, Ayu Nurvita (2019) Literasi dalam Al Quran: studi komparatif Tafsir Ibnu 'Ashur dan al Biqa'i terhadap Surah al 'Alaq ayat 1-5. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ayu Nurvita Asri_E03213019.pdf

Download (4MB)

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber ajaran Islam yang utama, oleh karena itu al-Qur’an menjadi pedoman bagi umat manusia dalam segala hal, karena al-Qur’an adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan. Sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang berupa perintah untuk membaca, yang dalam era modern ini dikenal dengan istilah literasi. Berangkat dari menurunnya minat baca masyararakat, terutama kaum muslimin, maka disini penulis mencoba mengeksplorasi literasi berdasarkan al-Qur’an, khususnya surat al-‘Alaq ayat 1-5. Menurut sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa dari sinilah awal mula lahirnya ilmu pengetahuan, tak terkecuali Ibnu ‘Ashur dan al-Biqa’i. Keduanya merupakan ulama yang pakar dalam bidang tafsir, ditunjang dengan penguasaan keilmuan yang terakit dengannya, salah satunya ilmu kebahasaan. Maka, dalam penelitian ini yang menjadi pokok bahasan adalah bagaimana al-Qur’an berbicara literasi? Serta bagaimana penafsiran Ibnu ‘Ashur dan al-Biqa’i terhadap QS. Al-‘Alaq ayat 1 – 5 dan bagaimana persamaan dan perbedaan diantara keduanya? Penelitian ini termasuk penelitian literer dengan menggunakan dua sumber utama yaitu Nazm al-Durar fi Tanasub al-Ayat wa al-Suwar karya al-Biqa’i dan al-Tah{rir wa al-Tanwir karya Ibnu ‘Ashur. Adapun penelitian ini bersifat deskriptif-analitik-komparatif yang mana tujuannya adalah memaparkan penafsiran kedua tokoh di atas dengan menemukan sisi persamaan dan perbedaannya. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, merujuk kepada pengertian literasi, aktifitas membaca, menelaah dan menulis, berkaitan dengan apa yang terdapat di dalam QS al-‘Alaq ayat 1-5. Kedua, baik Ibnu ‘Ashur maupun al-Biqa’i menggunakan corak yang sama di dalam melakukan penafsiran, yakni al-adabi. Ketiga, di dalam kedua kitabnya, disebutkan penafsiran masing-masing tentang surat al-‘Alaq ayat 1-5 yang sama-sama diawali dengan penjelasan macam-macam nama lain dari surat al-‘Alaq. Keempat, dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, mereka dengan mengeksplorasi makna kata per kata, dengan dibumbui penjelasan nahwiyyah. Kelima, Ibnu ‘Ashur menafsirkan ayat al-Qur’an, khususnya surat al-‘Alaq, dengan mencoba menghubungkan dengan surat sebelumnya, al-Tin, yang mana menurutnya terdapat hubungan tentang penciptaan manusia.Keenam, dalam tafsir Ibnu ‘Ashur dan al-Biqa’i sama-sama menyebutkan bahwa perintah membaca dalam surat al-‘Alaq memiliki dua makna, yaitu membaca tanpa adanya tulisan dan membaca sebuah tulisan. Namun, Ibnu ‘Ashur menjelaskan lebih sepesifik bahwa yang dimaksud dengan membaca pada konteks ayat tersebut adalah menirukan apa yang dibaca (dikte) oleh malaikat Jibril. Ketujuh, mengenai kandungan makna dari perintah membaca dalam konteks surat al-‘Alaq ayat 1-5, keduanya memiliki kesimpulan yang sama, yaitu menekankan akan pentingnya memiliki ilmu pengetahuan yang dimulai dengan membaca.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Asri, Ayu Nurvitaayu.nurvita@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Menulis
Uncontrolled Keywords: Literasi; Tafsir Ibnu 'Ashur; Tafsir al Biqa'i; Al Alaq
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Asri Ayu Nurvita
Date Deposited: 14 Feb 2019 06:29
Last Modified: 14 Feb 2019 06:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29996

Actions (login required)

View Item View Item