Pemahaman hadis tentang al Turk: kajian sosio-historis hadis-hadis dalam al kutub al sittah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Qomariya, Nurul (2019) Pemahaman hadis tentang al Turk: kajian sosio-historis hadis-hadis dalam al kutub al sittah. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nurul Qomariya_F020815173.pdf

Download (8MB)

Abstract

Hadis tentang bangsa Turk banyak ditemukan dalam al-kutub al-sittah kurang lebih ada lima belas riwayat. Ada ragam pemahaman terkait bangsa Turk ini sendiri diantaranya dipahami sebagai bangsa Turki, bangsa China, atau bangsa Mongol, bahkan ada yang memahaminya sebagai keturunan Yajuj dan Majuj. Pemahaman dan interpretasi yang demikian ini kemudian menjadi ramai diperbincangkan di media sosial sehingga menjadi menarik untuk diteliti secara mendalam. Bagaimana pemahaman terhadap hadis bangsa Turk ini yang sesuai dengan kaidah ilmu hadis, lalu seberapa jauh dampak pemahaman yang demikian terhadap fenomena yang muncul dewasa ini. Kata pemahaman dalam kamus besar Bahasa Indonesia merupakan proses atau cara memahami dan memahamkan. Bahasa Arabnya adalah al-fahm yang memiliki arti memahami atau mengetahuinya. Al-fahm memiliki arti yang sama dengan al-fiqh. Selain kedua istilah ini adapula istilah lain yang memiliki fungsi sama yaitu sharh al-hadith, maani al-hadith, dan naqd al-hadith. Istilah-istilah tersebut memiliki tujuan sama yaitu untuk menggali makna suatu hadis. Dapat disimpulkan bahwa proses menjelaskan dengan lima komponen ini merupakan prosedur yang dapat digunakan ketika melakukan pemahaman terhadap suatu hadis. Hadis tentang bangsa Turk ini termasuk ramalan Rasulullah terkait hari akhir yang bersifat spesifik. Salah satu riwayatnya berbunyi لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ، صِغَارَ الأَعْيُنِ، حُمْرَ الوُجُوهِ، ذُلْفَ الأُنُوفِ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ المَجَانُّ المُطْرَقَةُ، وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ. Sekilas, kata al-Turk memiliki kesamaan dengan nama bangsa Turki karena berasal dari akar kata yang sama. Ciri fisik yang dipaparkan dalam hadis seakan tertuju pada etnis Tionghoa (bangsa China). Namun ciri- ciri yang demikian tidak hanya dimiliki China karena ciri fisik manusia dilihat dari rasnya maka ciri tersebut dimiliki oleh ras Mongoloid dan China juga termasuk di dalamnya. Pandangan ulama dalam kitab sharah dari al-kutub al-sittah tidak ada yang menyinggung China melainkan bangsa Mongol seperti yang disampaikan oleh Imam al-Nawawi. Jika ditelisik ulang sejarah hidup imam al-Nawawi (abad 13M) maka diketahui bahwa pada saat itu bangsa Mongol meluluh lantahkan Baghdad. Ciri fisik bangsa Mongol sama persis dengan apa yang disebutkan dalam hadis.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Qomariya, NurulQoqom91@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Akhirat
Sosiologi
Hadis
Uncontrolled Keywords: Metode pemahaman; sejarah-sosial; bangsa Turk
Divisions: Program Magister > Ilmu Hadis
Depositing User: Qomariya Nurul
Date Deposited: 24 Jul 2019 03:22
Last Modified: 24 Jul 2019 03:22
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29933

Actions (login required)

View Item View Item