Interpretasi Mufassir terhadap Tikrar kisah nabi Adam dalam Al-qur’an

Azizah, Nur (2019) Interpretasi Mufassir terhadap Tikrar kisah nabi Adam dalam Al-qur’an. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nur Azizah_E93215129.pdf

Download (5MB)

Abstract

Ayat-ayat Alquran bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lainnya. Keindahan Bahasa Alquran tidak akan tertandingi karena Alquran merupakan I’jaz. Salah satu bentuk i'jaz lughowi Alquran adalah tikrar. Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh fenomena pengulangan ayat dalam Alquran yang memiliki banyak sekali hikmah dan hal yang perlu dipelajari. Penelitian terhadap ayat-ayat tikrar (pengulangan) sangat penting sebagai jawaban terhadap sebagian masyarakat yang tidak menyukai Alquran, dimana mereka menjadikan ayat-ayat yang diulang sebagai bahan untuk mengolok-olok Alquran. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana Interpretasi Mufassir terhadap tikrar kisah Nabi Adam dalam Alquran. Dan bagaimana Urgensinya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Interpretasi Mufassir terhadap tikrar kisah Nabi Adam dalam Alquran. Serta Mengetahui Urgensi pesan tikrar kisah Nabi Adam dalam Alquran. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif yang datanya bersumber dari pustaka (libraray research) yang mencakup data-data primer dan sekunder. Pembahasan skripsi ini mengarah kepada kajian teori, tentang tikrar (pengulangan) dalam kisah Nabi Adam. Dilanjutkan dengan mengumpulkan data, kemudian data yang diperolah dianalisis dengan menggunakan metode content analysis, yaitu mengkaji data dengan tujuan spesifik peneliti. Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai literatur dan analisa yang dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat tiga macam cara dari para mufassir dalam menafsirkan pengulangan ayat dalam Alquran yaitu hanya menafsirkan pada ayat pertama secara panjang lebar dan tidak memberikan penafsiran pada pengulangan ayat selanjutnya, menafsirkan secara panjang lebar pada ayat pertama dan menafsirkan secara singkat atau hanya menambahkan penafsiran yang belum ada pada ayat sebelumnya dan menafsirkan secara panjang lebar baik pada ayat pertama maupun pada pengulangan ayat selanjutnya. Pengulangan kisah Nabi Adam juga memiliki urgensi pesan yang dapat di implementasikan dalam kehidupan manusia, yaitu sebagai Ta’dzim (mengagungkan), Sebagai Ancaman atau peringatan, Sebagai Ta’kid (penegasan, penekanan).

Email: nura6739@gmail.com
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Syarief, Muhammad
Uncontrolled Keywords: Interpretasi; Mufassir; Tikrar Kisah
Subjects: Cerita dalam Al Qur'an
Cerita Nabi
Nabi dan Rasul
Al Qur'an
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Azizah Nur
Date Deposited: 14 Feb 2019 03:49
Last Modified: 14 Feb 2019 03:49
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29856

Actions (login required)

View Item View Item