Eksistensi Perguruan Bela Diri Burung Dadali Dalam Kehidupan Masyarakat di Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Tumadhur, Nafelia Linda (2019) Eksistensi Perguruan Bela Diri Burung Dadali Dalam Kehidupan Masyarakat di Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nafelia Linda Tumadhur_I03215013.pdf

Download (6MB)

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana eksistensi perguruan burung dadali dalam kehidupan masyarakat dan bagaimana respon masyarakat mengenai Eksistensi Perguruan Bela Diri burung dadali Di Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Dari rumusan masalah tersebut terdapat pendapat dari para tokoh agama, ketua perguruan bela diri burung dadali, anggota perguruan bela diri burung dadali dan juga masyarakat lainya dalam sub-sub yang telah di bahas di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis data deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam melihat fenomena yang terjadi pada masyarakat Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik ini adalah teori Fungsional Struktural Robert K. Merton.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa; (1) ) Perguruan Bela Diri Burung Dadali merupakan sebuah seni bela diri peninggalan nenek moyang yang memiliki fungsi manifes yakni didasari oleh kehawatiran dari Haji Furqon, dari fenomena-fenomena yang terjadi pada waktu itu seperti penjajahan dan pemberontakan memberi motivasi agar generasi muda juga mempunyai kemampuan beladiri dengan melindungi dirinya dari kejahatan musuh sedangkan fungsi laten dari Eksistensi Perguruan Bela Diri Burung Dadali Bagi Kehidupan Masyarakat adalah perguruan bela diri dapat di lestarikan dan menjadi tradisi hingga menjadi sebuah hiburan bagi masyarakat.perguruan bela diri juga memberi dampak baik bagi Desa Banyuwangi karena Desa Banyuwangi banyak di kenal masyarakat secara luas. Penampilan Perguruan Bela Diri Burung Dadali kebanyakan ditampilkan pada acara pernikahan, hitanan dan juga haul desa. Sedangkan disfungsinya yakni terjadinya kecelakaan pada peserta Perguruan Bela Diri Burung Dadali dalam pementasan ataupun latihan. Undangan penampilan Perguruan Bela Diri Burung Dadali tidak hanya oleh kalangan ekonomi menengah keatas namun ada juga yang ekonominya menengah kebawah.(2) Masyarakat memberi respon yang berbeda-beda menanggapi keberadaan perguruan burung dadali, ada yang suka, ada yang tidak suka, ada yang biasa dan juga ada yang sudah menjadikan pencak silat sebagai tradisi di keluarganya. walaupun begitu sebagian masyarakat tidak menyukai kegiatan-kegiatan yang di adakan Perguruan Bela Diri Burung Dadali karena menurutnya tidak relevan dengan ilmu keagamaan yang ada di Desa Banyuwangi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Tumadhur, Nafelia Lindanafelialinda10@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Pencak Silat
Sosiologi
Uncontrolled Keywords: Eksistensi perguruan Bela Diri Burung Dadali; Kehidupan Masyarakat
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Tumadhur Nafelia Linda
Date Deposited: 11 Feb 2019 03:29
Last Modified: 11 Feb 2019 03:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29430

Actions (login required)

View Item View Item