Peran kiai Hasanuddin dalam islamisasi di Pulau Giligenting Kabupaten Sumenep (1967-1990)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Amrullah, Amrullah (2019) Peran kiai Hasanuddin dalam islamisasi di Pulau Giligenting Kabupaten Sumenep (1967-1990). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Amrullah_A02214002.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini mengkaji tentang Peran Kiai Hasanuddin dalam Islamisasi di pulau Giligenting kabupaten Sumenep 1967-1990. Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini meleputi: 1) Bagaimana kondisi masyarakat pulau Giligenting? 2) Bagaimana biografi Kiai Hasanuddin? 3) Bagaimana strategi dakwah Kiai Hasanuddin dalam islamisasi di pulau Giligenting kabupaten Sumenep 1967-1990? Penulisan skripsi ini disusun menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: Heuristik (pengumpulan sumber), Verifikasi (kritik sumber), Interpretasi (penafsiran sumber), dan Historiografi (penulisan sejarah). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Sosiologis historis dan menggunakan teori peranan. Teori peranan menurut Gross, Masson dan McEachern adalah seperangkat harapan-harapan yang dikenakan pada individu yang menempati kedudukan sosial tertentu. Harapan-harapan tersebut merupakan imbangan dari norma-norma sosial dan oleh karena itu dapat dikatakan bahwa peranan-peranan itu ditentukan oleh norma-norma di dalam masyarakat. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1) Kondisi sosial masyarakat pulau Giligenting masih kental dengan adat tradisional dan menjaga solideritas yang tinggi. Sedangkan kondisi kepercayaaan masyarakat Giligenting sebelum kedatangan Kiai Hasanuddin masih sarat dengan ajaran buddhe (animisme dan dinamisme). 2) Kiai Hasanuddin lahir dan wafat di dusun Sumber, desa Gedugan, kecamatan Giligenting tahun 1926 – 1990 M. Pada tahun 1967 M Kiai Hasanuddin tampil sebagai pelita yang menerangi pengetahuan masyarakat terhadap ajaran Islam. Selain itu beliau juga menjadi pimpinan pondok An-Nur di dusun Sumber. Sikapnya yang sangat alim, mukhayafah, tawadhu', bersahaja ulet, pekerja keras dan sangat bermasyarakat dalam menyebarkan agama Islam, membuat masyarakat tertarik untuk memeluk dan mengamalkan ajaran Islam. 3) Metode dakwah yang paling intens dilakukan oleh Kiai Hasanuddin dalam mensyiarkan Islam ialah dengan cara door to door dan pengajian akbar yang diselingi dengan dongeng. Dakwah dengan cara door to door atau silaturrahmi yang dilakukan Kiai Hasanuddin dimulai sejak tahun 1967-1981. Selain itu, pada tahun 1981 Kiai Hasanuddin kemudian berdakwah dengan cara mengadakan kegiatan pengajian akbar yang digelar di masjid-masjid dan suarau-surau sampai tahun 1990.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Amrullah, AmrullahOdonga3@gmai.comUNSPECIFIED
Subjects: Budaya Islam
Dakwah > Dakwah - Islam
Islam dan Humanisme
Sejarah Peradaban Islam
Uncontrolled Keywords: Kiai Hasanuddin; islamisasi; Pulau Giligenting
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Amrullah Amrullah
Date Deposited: 07 Feb 2019 08:22
Last Modified: 07 Feb 2019 08:22
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29254

Actions (login required)

View Item View Item