Islam Wasathiyah di kalangan ulama nusantara: studi pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan dan relevansinya dengan pendidikan Islam di Indonesia

Hasan, Mohammad (2018) Islam Wasathiyah di kalangan ulama nusantara: studi pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan dan relevansinya dengan pendidikan Islam di Indonesia. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mohammad Hasan_F11314031.pdf

Download (5MB)

Abstract

Islam masuk ke Indonesia melalui pendekatan budaya, sosial, ekonomi, dan politik yang berbasis kearifan lokal, sehingga bermuatan moderat atau wasathiyah. Islam wasathiyah merupakan pemikiran Islam mainstream yang dianut oleh mayoritas ulama di dunia, termasuk ulama Nusantara di lingkungan pendidikan pesantren terutama KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dinamika, argumentasi, dan relevansi pemikiran Islam wasathiyah dua tokoh tersebut yang dirumuskan dalam tiga rumusan masalah berikut: (1) Bagaimana dinamika pemikiran Islam wasathiyah KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan? (2) Bagaimana argumentasi keagamaan pemikiran Islam wasathiyah KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan? (3) Bagaimana relevansi pemikiran Islam wasathiyah KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan dengan pendidikan Islam di Indonesia? Untuk memperoleh jawaban dari tiga masalah di atas, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif berupa studi kepustakaan (library research). Data yang diperoleh digunakan untuk menemukan pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan tentang Islam wasathiyah dan implementasinya yang utuh dan komprehensif di dunia pendidikan Islam di Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah buku yang ditulis oleh KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan, serta sumber lain yang mendukung tema penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumenter, yang selanjutnya dianalisis dengan metode content analysis. Selain itu, analisis reflektif juga digunakan dengan mengkonfirmasi temuan content analysis secara empirik atau sebaliknya. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Dinamika pemikiran KH. M. Hasyim Asy’ari yang dikenal sebagai figur tradisional dipengaruhi oleh al-Ghazali, dan setuju dengan modernisme tetapi tetap memegang teguh mazhab, sedangkan KH. Ahmad Dahlan dikenal sebagai tokoh puritan dan pembaharu yang berusaha menghubungkan substansi ajaran Islam dengan kehidupan sosial dan budaya, (2) Keduanya memiliki argumentasi pemikiran Islam wasathiyah yang hierarkis, yaitu mulai dari al-Qur’an, hadis, ijmak, dan qiyas. Namun KH. Ahmad Dahlan lebih cenderung pada pembaharuan yang digagas oleh Muh}ammad ibn ‘Abd al-Wahhab, Jamal al-Din al-Afghani, Muh}ammad ‘Abduh, dan Muh}ammad Rashid Rid}a, dan (3) Pemikiran kedua tokoh tersebut memiliki relevansi terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, yang tawassut} atau moderat melalui organisasi keagamaan yang mereka didirikan, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Implikasi penelitian ini adalah teori tipologi filsafat pendidikan Islam, yang masing-masing memiliki parameter, ciri-ciri, dan implikasinya terhadap fungsi pendidikan Islam; KH. M. Hasyim Asy’ari menganut tipologi perenial-esensialis mazhabi dan KH. Ahmad Dahlan menganut tipologi perenial-esensialis salafi yang sama-sama dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran Islam terutama di Timur Tengah dan berusaha mengkontekstualisasikannya dengan kondisi Nusantara dengan caranya sendiri.

Email: Hm.Hasan59@yahoo.com
Item Type: Thesis (PhD)
Supervisor: Nasir, M. Ridwan
Uncontrolled Keywords: Islam Wasatiyah; Nusantara; M. Hasyim Asy’ari; Ahmad Dahlan; Pendidikan Islam
Subjects: Ideologi Islam
Agama dan Ilmu Pengetahuan
Nahdlatul Ulama
Nasionalisme
Divisions: Program Doktor > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Hasan Mohammad
Date Deposited: 06 Feb 2019 07:02
Last Modified: 06 Feb 2019 07:02
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29210

Actions (login required)

View Item View Item