Tinjauan hukum Islam terhadap perminataan mahar yang disamakan dengan biaya operasi cesar: studi kasus di Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sejati, Eka Fitria (2011) Tinjauan hukum Islam terhadap perminataan mahar yang disamakan dengan biaya operasi cesar: studi kasus di Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Eka Fitriasejati_C01207009.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan tentang “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Permintaan Mahar Yang Disamakan Dengan Biaya Operasi Cesar ( Studi Kasus di Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik)”. Dalam penelitian ini ada dua hal pokok permasalahan yang akan diteliti yaitu pertama, bagaimana kedudukan mahar yang disamakan dengan biaya operasi cesar di Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik? Kedua, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap alasan calon istri yang meminta mahar yang disamakan dengan biaya operasi cesar di Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik? Berkaitan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini mengumpulkan data selama penelitian digunakan metode pengamatan, wawancara, dan dokumenter atau buku yang berkenaan dengan masalah tersebut di tempat penelitian. Dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif dan pola pikir deduktif untuk meneliti kenyataan-kenyataan yang ada mengenai permintaan mahar yang disamakan dengan biaya operasi cesar di Desa Leran Kecamatan Manyar kabupaten Gresik. Hasil penelitian ini dapat diketahui kedudukan mahar yang disamakan dengan biaya operasi cesar sangat penting dalam perkawinan karena mahar merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh suami kepada isterinya, sehingga di masyarakat desa Leran kecamatan Manyar kabupaten Gresik sangat urgen dalam perkawinan karena menunjukkan status atau kedudukan seorang wanita. Namun demikian dalam menentukan mahar masih berpegang kepada adat bahwa yang besar itulah yang paling baik dan memiliki makna lebih dibandingkan dengan mahar yang nilainya murah. Ketentuan hukum Islam terhadap alasan calon isteri meminta mahar yang disamakan dengan biaya operasi cesar tidak ditentukan dalam hukum Islam, akan tetapi lebih baiknya kalau maharnya itu yang lebih mudah bagi si laki-laki. Saran bagi masyarakat khususnya di desa Leran yang hendak melakukan pernikahan hendaklah dalam meminta mahar khususnya, jangan terlalu sulit ataupun mahal, tetapi dengan meminta mahar yang lebih mudah akan melancarkan suatu perkawinan. Dan bagi calon istri jangan minta mahar mahal harganya yang sekiranya tidak menyulitkan bagi si laki-laki yang akan menikahinya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sejati, Eka FitriaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Nikah
Uncontrolled Keywords: Mahar
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 01 Feb 2019 07:43
Last Modified: 01 Feb 2019 07:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29174

Actions (login required)

View Item View Item