Analisis hukum Islam terhadap nadzir yang tidak melaporkan pengelolaan harta wakaf di Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sa'diyah, Maulidatus (2011) Analisis hukum Islam terhadap nadzir yang tidak melaporkan pengelolaan harta wakaf di Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Maulidatus Sa'diyah_C01207011.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan : tentang faktor-faktor apa saja yang menyebabkan Nadzir tidak melaporkan pengelolaan harta wakaf, dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap Nadzir yang tidak melaporkan pengelolaan harta wakaf di Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Data penelitian dihimpun melalui penelitian lapangan dan kajian tex (tex reading) dan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif analisis dengan pola fikir induktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan Nadzir tidak melaporkan pengelolaan harta benda wakaf yakni selain kurang faham mengenai kewajiban melaporkan ke PPAIW di KUA Kecamatan Gempol, masalah biaya, juga dikarenakan adanya rasa kepercayaan yang tinggi oleh wakif kepada Nadzir yang menjadikan wakaf tidak penting untuk dilaporkan. Permasalahan dalam skripsi ini adalah tidak adanya laporan pengelolaan wakaf oleh Nadzir Desa Kejapanan kepada KUA Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis hukum Islam terhadap Nadzir yang tidak melaporkan pengelolaan wakafnya kepada KUA Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan sebagaimana ketentuan yang ada dalam KHI serta relevansinya dengan ketiadaan pelaporan para Nadzir wakaf di Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Dalam ketentuan Kompilasi Hukum Islam pasal 220 ayat 2 menyatakan bahwa Nadzir mempunyai kewajiban untuk melaporkan semua hasil dari pengelolaan wakafnya kepada KUA Kecamatan setempat. Semua dari hasil pengelolaanya yaitu menyimpan lembar kedua salinan Akta Ikrar Wakaf: memelihara dan memanfaatkan tanah wakaf, memanfaatkan dan berusaha meningkatkan hasil wakat menyelenggarakan pembukuan atau administrasi. Apabila kewajiban tersebut tidak dilaksanakan, maka terdapat sanksi tegas bagi yang melanggarnya. Oleh karena itu, dianjurkan kepada para pihak yang mengelola wakaf, yakni Nadzir untuk melaporkan segala bentuk perwakafan harta benda yang diwakafkan untuk mendapatkan kepastian hukum agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lain waktu.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sa'diyah, MaulidatusUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Wakaf
Keywords: Pengelolaan harta wakaf; Nadzir
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 25 Jan 2019 08:47
Last Modified: 25 Jan 2019 09:32
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29116

Actions (login required)

View Item View Item