ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PANDANGAN PAKAR MEDIS RSUD DR. SOETOMO SURABAYA TENTANG PERKAWINAN BEDA RHESUS GOLONGAN DARAH

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Taufik, Rinna (2015) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PANDANGAN PAKAR MEDIS RSUD DR. SOETOMO SURABAYA TENTANG PERKAWINAN BEDA RHESUS GOLONGAN DARAH. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (644kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (494kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (559kB) | Preview
[img] Text
Bab 3.pdf

Download (236kB)
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (421kB)
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (176kB) | Preview

Abstract

Skripsi dengan judul ‚Analisis Hukum Islam terhadap Pandangan Pakar Medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya tentang Perkawinan Beda Rhesus Golongan Darah‛ ini adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan bagaimana pandangan pakar medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya tentang perkawinan beda rhesus golongan darah, dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap pandangan pakar medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya tentang perkawinan beda rhesus golongan darah.Guna menjawab permasalahan di atas, penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan pola pikir induktif. Yaitu metode yang menggambarkan dan menjelaskan data secara rinci dan sistematis yang berangkat dari teori-teori yang bersifat khusus, yakni pandangan pakar medis tentang perkawinan beda rhesus golongan darah, kemudian teori tersebut dianalisis dengan data yang bersifat umum yaitu ketentuan sadd al-dhari>’ah.
Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa dari beberapa pandangan pakar medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya tentang perkawinan beda rhesus golongan darah ada dua pendapat. Pendapat pertama, perkawinan beda rhesus boleh karena tidak mengandung resiko apapun terhadap janin. Pendapat kedua, perkawinan beda rhesus golongan darah tidak boleh karena banyak mengandung banyak resiko terhadap janin, seperti gagal ginjal, kerusakan otak, hingga meninggal.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ketentuan hukum Islam terhadap pandangan pakar medis tentang perkawinan beda rhesus golongan darah wajib ditutup karena sesuai dengan pembagian al-dhari>’ah yang ke tiga yaitu wasi>lah yang semula diperuntukkan untuk perkara yang mubah, tidak diperuntukkan untuk perkara yang membawa kepada kerusakan, namun terkadang wasi>lah tersebut membawa kepada kerusakan, yang mana kerusakan itu lebih besar dari kebaikannya.Penelitian ini memberikan saran, skrining pra nikah seharusnya dicantumkam dalam sebuah persyaratan pra nikah di KUA, agar pasangan suami istri yang akan melangsungkan perkawinan mengetahui kesehatannya khususnya dalam penggolongan darah rhesus karena ini sangat penting demi terwujudnya tujuan perkawinan yaitu untuk memiliki keturunan. selain itu bagi pasangan suami istri seharusnya melakukan konseling pra nikah terlebih dahulu dan jika diketahui ada dampak buruk bisa dilakukan antisipasi-antisipasi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Sam'un
Creators:
CreatorsEmailNIM
Taufik, RinnaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Perkawinan
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Aries Hamidah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 25 Nov 2015 08:04
Last Modified: 25 Nov 2015 08:04
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2876

Actions (login required)

View Item View Item