Makna tradisi Megengan bagi Jamaah Masjid Nurul Islam di Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Safi'i, Moch (2018) Makna tradisi Megengan bagi Jamaah Masjid Nurul Islam di Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Moch Safi'i_E72214029.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua persoalan, antara lain: pertama, untuk mengetahui prosesi tradisi megengan bagi jamaah Masjid Nurul Islam di Kelurahan Ngagel Rejo dan kedua, untuk memahami makna tradisi megengan bagi Jamaah Masjid Nurul Islam di Kelurahan Ngagel Rejo. Di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif yaitu penelitian lapangan dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi guna untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana prosesi dan makna dalam tradisi megengan. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang tradisi lokal yaitu tradisi megengan. Sebelum kedatangan Wali Songo di Jawa tradisi megengan sudah ada pada zaman pemerintahan Majapahit yakni Ruwahan yang memiliki makna kata arwah yang berarti roh para leluhur dan nenek moyang. Setelah kedatangan Wali Songo di Jawa tradisi tersebut pelan-pelan diubah dengan pelaksanaan dan nama yang berbeda. Tradisi megengan ini telah turun-temurun dilestarikan hingga saat ini, dan sudah melekat di masyarakat Masjid Nurul Islam, karena megengan ini memiliki makna penting untuk menahan hawa nafsu selama satu bulan dan menyambut bulan suci ramadhan bagi jamaah dan masyarakat Masjid Nurul Islam di Kelurahan Ngagel Rejo. Dalam tradisi megengan ini juga dimanfaatkan untuk mendoakan para sesepuh ahli kubur yang telah mendahului kita, dan sebagai ungkapan rasa syukur karena masih diberikan umur yang panjang sehat wal afiat masih bisa bertemu di bulan yang suci ini yaitu bulan ramadhan. Menurut Clifford Geertz dapat dikategorikan sebagai simbol-simbol atau makna dalam pelaksanaan tradisi megengan. Antara lain; Khotmul Qur’an, Ziarah Makam Leluhur, Kirab Santri, dan Pengajian. Makna dan tujuan diadakannya tradisi megengan di Masjid Nurul Islam adalah sebagai bentuk mensyiarkan agama Islam, menambah nilai ibadah dan tradisi yang positif tidak bertentangan dengan Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Safi'i, Mochmochsafii2112@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Tradisi Islam
Uncontrolled Keywords: Makna Tradisi; Megengan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Safi'i Moch
Date Deposited: 19 Nov 2018 04:38
Last Modified: 19 Nov 2018 04:38
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28681

Actions (login required)

View Item View Item