TAGHYIRAT AL WAZN AL ARUDLI FI SYI’R “AGHIBU” LI AL IMAM AL BUR’I : DIRASAH TAHLILIYAH ADABIYAH

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Antoro, Agoeng Moedi (2015) TAGHYIRAT AL WAZN AL ARUDLI FI SYI’R “AGHIBU” LI AL IMAM AL BUR’I : DIRASAH TAHLILIYAH ADABIYAH. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (575kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (431kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (965kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (583kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (486kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (406kB) | Preview

Abstract

Al-Bur’i adalah Syaikh Abdurrahim bin Ahmad bin Ali Al-Bur’i Al-Yamani, ini berangkat dari sebuah kegelisahan dalam hatinya tentang keganjilan yang ada dalam hidupnya. Dia menulis syi’ir yang berjudul “Aghibu” yang terkenal dan sering diputar di berbagai mushala ataupun masjid sampai saat ini. Adapun fokus permasalahan dalam pembahasan ini adalah : 1. Apa wazan ‘arudl yang terdapat pada syi’ir “Aghibu” karya Imam al-Bur’i?; 2. Apa saja macam-macam perubahan wazan ‘arudl yang terdapat pada syi’ir“Aghibu” karya Imam al-Bur’i?
Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui wazan ‘arudl dan macam-macam perubahannya yang terdapat pada syi’ir “Aghibu” karya Imam Al-Bur’i. Teori sastra yang digunakan sebagai pendekatan dalam membahas judul tersebut adalah teori objektif, yaitu meneliti syi’ir pada Diwan al-Bur’i dari segi bentuk irama ‘arudl (hasil pengulangan dari beberapa taf’ilah) dan perubahannya yang berupa zihaf (kecepatan irama) dan ‘ilat (kecacatan irama).
Temuan hasil penelitian ini menunjukkan:
1. Pada syi’ir “Aghibu” karya Imam al-Bur’i terdapat wazan ‘arudl, yaitu bahar wafir;
2. Pada syi’ir “Aghibu” karya Imam al-Bur’i terdapat beberapa macam perubahan wazan ‘arudl yaitu:
a. Zihaf yakni perubahan yang terjadi pada huruf kedua dari sabab khafif yang ada pada taf’ilah-taf’ilah di hasywu bait. Zihaf yang terdapat di sini berupa ‘ashab (mematikan huruf kelima). Seperti pada bait; 1, 3, 4, 5, 6,
7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32.
b. Zihaf Al-‘Aqal yakni zihaf yang membuang huruf kelima yang berharokat, seperti pada bait: 17
c. ‘Ilal (kecacatan irama). ‘Ilal yang terdapat disini yakni ‘Ilal Maqthuf yakni mematikan huruf kelima yang berharokat atau hidup. Seperti huruf lam yang dibuang dan menggugurkan sabab khafif (Tun) maka menjadi Mufa’al yang sebenarnya didalamnya adalah Mufa’altun, yang berubah menjadi Fa’ulun, sebagaimana yang terdapat pada setiap bait akhir pada syi’ir ini.
Dengan demikian, syi’ir “Aghibu” karya al-Bur’I ini meskipun banyak perubahan tetapi masih dalam kategori syi’ir karya sastra yang baik dan rapi (absurd)

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Mas’an Hamid
Creators:
CreatorsEmailNIM
Antoro, Agoeng MoediUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kesusastraan > Sastra Arab
Bahasa Arab
Uncontrolled Keywords: Perubahan Wazan; Arudl; Syiir; Aghibu; Gelisah; Hidup
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 23 Nov 2015 03:46
Last Modified: 23 Nov 2015 03:46
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2834

Actions (login required)

View Item View Item