GOTONG ROYONG DALAM MASYARAKAT PLURAL : STUDI TENTANG SOLIDARITAS MASYARAKAT BERAGAMA ISLAM DENGAN BERAGAMA HINDU DI DUSUN BONGSO WETAN DESA PENGALANGAN KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Wati, Tatik Sri Mega (2015) GOTONG ROYONG DALAM MASYARAKAT PLURAL : STUDI TENTANG SOLIDARITAS MASYARAKAT BERAGAMA ISLAM DENGAN BERAGAMA HINDU DI DUSUN BONGSO WETAN DESA PENGALANGAN KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (461kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (437kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (192kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (437kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (157kB) | Preview

Abstract

Berdasarkan penelitian mengenai masyarakat plural dan solidaritas, muncul dua rumusan masalah yang akan dikaji dalam skripsi ini. 1) Apa yang melatarbelakangi pengikut agama Islam dengan pengikut agama Hindu membangun solidaritas di Dusun Bongso Wetan Desa Pengalangan Kecamatan Menganti Gresik, 2) Bagaimana bentuk solidaritas yang dibangun antara pengikut agama Islam dengan pengikut agama Hindu di Dusun Bongso Wetan Desa Pengalangan Kecamatan Menganti Gresik.
Untuk mempermudah menjawab persoalan di atas, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis realitas solidaritas masyarakat Islam dengan Hindu di Bongso wetan adalah teori solidaritas sosial oleh Emile Durkheim.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa, pertama latarbelakang pengikut agama Islam dengan pengikut agama Hindu membangun solidaritas di dusun Bongso Wetan Desa Pengalangan Kecamatan Menganti Gresik yakni adanya keinginan masyarakat untuk hidup rukun, kesadaran akan kondisi masyarakat yang plural, tertanam rasa kepedulian dan jiwa saling menghargai, kesamaan prinsip hidup berupa gotong royong, dan adanya peran tokoh desa dan tokoh agama dusun Bongso Wetan Desa Pengalangan Kecamatan Menganti Gresik. Kedua, Bentuk-bentuk solidaritas antara pengikut agama Islam dengan pengikut agama Hindu yaitu saling menghargai serta menjaga ketertiban pada perayaan Hari Besar keagamaan antar umat beragama. Sikap saling menghargai itu juga di aktualisasikan dengan menghadiri hajatan atau undangan antar umat beragama. Kebersamaan ketika hajatan desa (sedekah bumi), toleransi terhadap warga yang kesusahan, dan gotong royong saat kerja bakti baik yang bersifat jaminan sosial maupun pekerjaan umum. Sehingga solidaritas yang di bentuk oleh masyarakat Dusun Bongso wetan ini bisa mengarah ke solidaritas organik dan mekanik, tergolong sebagai solidaritas mekanik, yang di dasarkan pada kesadaran kolektif yang tinggi, kesamaan prinsip hidup berupa gotong royong dan jiwa saling menghargai, yang kental dengan ikatan persaudaraan

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Nur Mazidah
Creators:
CreatorsEmailNIM
Wati, Tatik Sri MegaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Politik > Politik Islam
Sosiologi
Keywords: Gotong royong; Masyarakat Plural; Solidaritas
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Mr Sulaiman Sulaiman
Date Deposited: 23 Nov 2015 01:30
Last Modified: 24 Nov 2015 00:19
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2831

Actions (login required)

View Item View Item