Tradisi Ngawulo Morotuo di Desa Pilanggede Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro dalam perspektif hukum Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Thohirin, Moch. (2010) Tradisi Ngawulo Morotuo di Desa Pilanggede Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro dalam perspektif hukum Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Moch. Thohirin_C01303146.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan: pertama, bagaimana gambaran tradisi ngawulo morotuo di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro? Kedua, bagaimana perspektif hukum Islam terhadap tradisi ngawulo morotuo di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro? Data penelitian ini dihimpun melalui penelitian lapangan dan kajian teks (tex reading) dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa: pengamatan, angket, wawancara, dan dokumentasi, untuk selanjutnya di analisis dengan menggunakan teknik deduksi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: pertama, tradisi ngawulo morotuo yang terjadi di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, yang terkait dengan kewajiban seorang suami terhadap istri, meliputi: kewajiban memberikan nafkah lahir (uang belanja) sebesar 75 % dan yang tidak memberikan natkah sebesar 25 %, memberikan pakaian kepada istri sebesar 75 % dan yang tidak memberikan pakaian kepada istri sebesar 25 %, dan yang memberikan tempat tinggal dalam bentuk membantu biaya perbaikan rumah sebesar 60 % clan yang tidak membantu biaya perbaikan rumah sebesar 40 %. Dan kedua, tradisi ngawulo morotuo yang terjadi di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, yang terkait dengan kewajiban seorang suami terhadap istri yang meliputi: kewajiban memberikan nafkah lahir (uang belanja), pakaian, dan tempat tinggal yang sesuai dengan hukum Islam adalah seorang suami tetap memberikan nafkah, pakaian, dan tempat tinggal kepada istrinya. Sedangkan tradisi ngawulo morotuo yang tidak sesuai dengan hukum Islam adalah seorang suami tidak memberi nafkah kepada istrinya disebabkan ikut bekerja dengan mertua. Sehingga tradisi ngawulo morotuo bisa berlangsung atau diteruskan jika tidak melanggar hukum Islam. Sebaliknya, jika tidak sesuai dengan hukum Islam, maka tradisi ngawulo morotuo harus dihentikan. Terkait dengan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada para peneliti selanjutnya, khususnya mahasiswa jurusan Ahwalus Syakhsiyah agar bersedia meajadikan kajian tentang seberapa besar pengaruh tradisi ngawulo morotuo di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro dalam perspektif hukum Islam sebagai alternatif kajian skripsinya. Mengingat penelitian ini tidak sampai menyentuh ke ''ranah" tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Thohirin, Moch.--UNSPECIFIED
Subjects: Tradisi Islam
Uncontrolled Keywords: Tradisi Ngawulo Morotuo; nafkah isteri; kewajiban suami
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 18 Oct 2018 06:53
Last Modified: 13 Nov 2018 05:14
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28190

Actions (login required)

View Item View Item