Gugatan rekonpensi mengenai tuntutan nafkah batin isteri kepada suaminya pada berpisah (madliyah) dalam perkara cerai talak: studi putusan Pengadilan Agama Lumajang nomor : 1715/Pdt. G/2006/PA. Lmj

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hasan, Moch. Thobib Dzikrul (2011) Gugatan rekonpensi mengenai tuntutan nafkah batin isteri kepada suaminya pada berpisah (madliyah) dalam perkara cerai talak: studi putusan Pengadilan Agama Lumajang nomor : 1715/Pdt. G/2006/PA. Lmj. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Moh. Thobib Dzikrul Hasan_C01206039.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif analitis. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan Bagaimana pertimbangan dasar hukum hakim dalam memutuskan perkara tuiitutan nafkah batin isteri kepada suaminya pada masa berpisah (madliyah) dalarn gugatan rekonpensi perkara cerai talak Nomor: 1715/pdt.g/2006/PA.Lmj, di PA Lumajang dan bagaimana tinjauan hukum Islarnnya terhadap perkara tuntutan nafkah batin tersebut. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi atau pustaka dan interview. Setelah data terkumpul, data tersebut diolah dan di analisis dengan analisa deskriptif melalui pendekatan deduktif untuk memperoleh kesimpulan yang khusus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pertama, dasar hukum hakim dalam memutuskan perkara tersebut tidak dikabulkan, hakim mempunyai pertimbangan bahwa tuntutan nafkah batin itu merupakan perkara abstrak dan tidak satupun dasar hukum yang kuat untuk mengabulkan tuntutan nafkah batin isteri dalarn bentuk materiil dan konkritnya adalah nafkah batin bagi isteri merupakan hak sekaligus kewajiban. Selanjutnya hakim juga mempertimbangkan dari segi etika, psikologis dan sosial masyarakat yang berlaku. Kedua, dalarn tinjauan hukum Islam memang tidak dikenal dalam literatur fikih mengenai tuntutan nafkah hatin isteri dalam bentuk meteriil, tetapi dalam wewenang isteri meminta suami untuk berhubungan Seks dengan isteri pada masa harmonis itu ada hak bagi isteri sebagaimana hak suami mengajak isteri untuk berhubungan seks, jika pada masa berpisah (tidak harmonis) isteri hanya bisa menuntut nafkah batin secara keputusan fasakh atau khulu' dalam sebuah perceraian.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hasan, Moch. Thobib DzikrulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Nikah > Cerai
Hukum Islam > Gugatan
Keluarga
Peradilan Agama Islam
Keywords: Gugatan; nafkah batin isteri; perkara cerai talak
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 18 Oct 2018 07:02
Last Modified: 18 Oct 2018 07:02
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28189

Actions (login required)

View Item View Item