Fisiologi Hewan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Purnamasari, Risa and Santi, Dwi Rukma (2017) Fisiologi Hewan. Cetakan Pertama . Program Studi Arsitektur UIN Sunan Ampel, Surabaya. ISBN 978-602-50337-2-8

[img] Text
Risa Purnamasari, and Dwi Rukma Santi_Fisiologi Hewan.pdf

Download (3MB)

Abstract

Setiap organisme melakukan metabolisme, baik organisme uniseluler maupun multiseluler. Metabolisme berlangsung di dalam setiap sel makluk hidup dan untuk itu diperlukan bahan-bahan untuk berlangsungnya proses metabolisme dengan lancar. Sel-sel mendapat suplai makanan atau bahan-bahan dari luar tubuh dan dihantarkan ke setiap sel melalui system sirkulasi. Sistem sirkulasi melakukan fungsi peredaran materi (bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh), hormone, oksigen, dan sisa-sisa metabolisme. Sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah pada umumnya untuk organisasi tingkat rendah belum memiliki sistem sirkulasi secara khusus. Misalnya pada Amoeba dan paramecium, sirkulasi bahan-bahan metabolisme berikut sisa-sisa metabolisme dilakukan dengan aliran sitoplasma. Akan tetapi, proses difusi berlangsung sangat lambat sehingga cara tersebut tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhan hewan berukuran besar (dengan ketebalan tubuh lebih dari beberapa milimeter) dan atau hewan yang memiliki aktivitas metabolism tinggi. Oleh karena itu, pada hewan tingkat tinggi diperlukan sistem sirkulasi khusus yang menjamin adanya pergerakan cairan ke seluruh tubuh secara cepat. Adapun sistem sirkulasi tersebut dilakukan oleh seperangkat organ-organ sirkulasi darah terbuka dan system peredaran tertutup. Sistem sirkulasi pada hewan merupakan suatu sistem organ yang memiliki fungsi untuk memindahkan zat dari dan ke sel. Sistem ini berfungsi untuk mempertahankan kestabilan suhu, pH, cairan dan homeostasis. Ada tiga macam sistem peredaran darah, yaitu 1)Sistem difusi: terjadi pada invertebrata rendah seperti paramecium, amoeba maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran makanan. Makanan umumnya beredar keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma. 2)Sistem peredaran darah terbuka: jika dalam peredaran-nya darah tidak selalu berada di dalam pembuluh. Misal: Arthropoda. 3)Sistem peredaran darah tertutup: jika dalam peredaran-nya darah selalu berada di dalam pembuluh. Misal: Annelida, Mollusca, Vertebrata.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Book
Creators:
CreatorsEmailNIM
Purnamasari, Risarisap1989@gmail.comUNSPECIFIED
Santi, Dwi Rukmadwirukmasanty@uinsby.ac.idUNSPECIFIED
Subjects: Biologi
Uncontrolled Keywords: Fisilogi; Hewan
Divisions: Fakultas Psikologi dan Kesehatan > Kesehatan
Depositing User: Hasib Nur
Date Deposited: 04 Dec 2018 02:37
Last Modified: 04 Dec 2018 02:37
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28172

Actions (login required)

View Item View Item