Komparasi antara ego dalam konsep Muhammad Iqbal dan insan perspektif Ali Syari’ati

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Marzuki, Muhammad Bahrul (2011) Komparasi antara ego dalam konsep Muhammad Iqbal dan insan perspektif Ali Syari’ati. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Bahrul Marzuki_E01205015.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam skripsi ini penulis mencoba untuk mengulas pemikiran Muhammad Iqbal dan Ali Syari'ati, mengenai manusia dan falsafahnya. Sebagai seorang pemikir, keduanya memiliki kepercayaan yang mendalam terhadap tujuan Tuhan kepada penciptaan manusia dijagad alam semesta ini. Keduanya pun sama-sama kritis menilai perkembangan peradaban dan kebudayaan modern, yang di kuasai oleh filsafat rasionalisme, utilitarianisme, materialisme, historisme, dan berbagai Ideologi lainnya. Di tengah-tengah sulitnya kehidupan modern untuk menerima agama sebagai suatu faktor penyelamat umat manusia. Islam telah terbukti mampu tetap eksis bertahan dan maju, sebagai agama yang mampu menjawab seluruh tantangan kehidupan modern. Islam jika dilihat dari sisi filsafat penciptaan manusia, bisa membangkitkan inti kebebasan jati diri manusia yang mandiri dan luhur, dalam sosoknya yang ideal dan tetap religius, yang cocok dengan kondisi perkembangan dunia pada setiap zamannya. Agama Islam karena teori Humanisme ke-Ilahiyannya yang awalnya dipusatkan pada asas ketauhidan, pertama menggambarkan manusia pada tingkat analisis sebagai tanah, lalu menaikkannya pada tingkat yang mulia. "Dari tanah menuju Allah", itulah dua dimensi kemahklukan manusia. Kemudian Allah menjadikan manusia sebagai khalifahnya di muka bumi, lalu memberikannya amanat di atas alam semesta guna mengolahnya, sekaligus juga sebagai pemimpin atas alam ini, dan serta sebagai satu-satunya mahkluk yang mampu menentukan masa depan sendiri dengan kehendak bebasnya. Humanisme Barat yang mengarah pacla atheisme, telah menjadi banyak harapan para kaum pemikir diBarat, sebagai pembela ummat manusia sesudah masa Renaissance. Dan utamanya digadang-gadang untuk menggantikan peran agama sebagai jalan utama bagi keselamatan manusia. Sebenarnya justru telah mendudukkan dan menjatuhkan martabat manusia pada sesuatu yang diciptakan oleh alam, lingkungan dan tindak-tanduk prilaku sosial dan individu, pikiran, sampai pada manusia itu sendiri. ltulah kesimpulan dari penulis, setelah menyelami gagasan pemikiran kedua tokoh yang sedang di kaji, yakni Muhammad Iqbal dan Ali Syari'ati.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Marzuki, Muhammad BahrulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Islam dan Humanisme
Kepribadian
Uncontrolled Keywords: Ego; konsep Muhammad Iqbal; insan; perspektif Ali Syari’ati
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 15 Oct 2018 03:29
Last Modified: 15 Oct 2018 03:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28137

Actions (login required)

View Item View Item