Al 'Anashir al Dakhiliyyah fi Qishshoh Al Saih wa al Shoigh fi hikayah Kalilah wa Dimnah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Irfiyana, Irma (2015) Al 'Anashir al Dakhiliyyah fi Qishshoh Al Saih wa al Shoigh fi hikayah Kalilah wa Dimnah. Undergraduate thesis, UIN SUNAN AMPEL SURABAYA.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (351kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 3.pdf

Download (703kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 4.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 5.pdf

Download (821kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka.pdf

Download (440kB) | Preview

Abstract

Pembahasan dalam skripsi ini yaitu mengenai kajian tentang Unsur Intrinsik Kisah Sang Musafir dan Tukang Emas dalam Hikayat Kalilah Wa Dimnah dengan pendekatan sastra. Masalah yang dikemukakan dalam masalah ini meliputi dua hal yakni : bagaimana unsur intrinsik kisah “Sang Musafir Dan Tukang Emas” dan apa hubungan unsur-unsur tersebut dalam pembentukan kisah “Sang Musafir Dan Tukang Emas” dalam Hikayat Kalilah Wa Dimnah.
Metode yang digunakan dalam membahas masalah ini, penulis menggunakan dua metode, yakni Metode Bayani dan Metode Tahlili. Metode Bayani adalah adalah suatu metode yang menjelaskan pendapat-pendapat ulama’ yang berhubungan dengan masalah ini. Metode tahlili adalah suatu metode yang dilakukan pembahas untuk menetapkan pendapatnya berdasarkan pendapat para ulama’ dan kesimpulan untuk mengetahui unsur intrinsik kisah “Sang Musafir Dan Tukang Emas” dalam Hikayat Kalilah Wa Dimnah.
Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : unsur-unsur intrinsik dalam kisah “Sang Musafir Dan Tukang Emas” yang berupa tema, penokohan, alur, setting, gaya bahasa dan amanah. Didalamnya juga dijelaskan mengenai hubungan antara unsur-unsur intrinsik dalam kisah “Sang Musafir dan Tukang Emas” dalam pembentukan sebuah kisah ini sangat erat dan saling berkaitan satu sama lain karena tanpa adanya tema, penokohan, setting, alur, gaya bahasa, dan amanah tidak akan bisa dikatakan cerita jika salah satunya tidak ada didalam sebuah cerita tersebut.
Manfaat terpenting dalam kisah “Sang Musafir Dan Tukang Emas” ini adalah pelajaran berharga dari balas budi seekor hewan kepada orang yang menolongnya melebihi ucapan terima kasih manusia yang tidak tahu diri dengan melakukan pengkhianatan kepada orang yang telah menolongnya dari kematian serta membandingkannya dengan sikap para hewan yang begitu setia dan sangat menghargai kebaikan orang lain, terutama keteguhan dan kesungguhan mereka dalam membalas jasa atas kebaikan yang mereka peroleh. Adapun tokoh-tokoh dalam kisah tersebut adalah Sang Musafir, Tukang Emas, Harimau, Ular, Kera, Jin, Raja, dan Anak Raja. Setting dalam kisah ini adalah Sumur, Kota Nawadirkht, dan Istana. Gaya bahasa yang digunakan mudah dipahami karena didalam kisah tersebut terdapat contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Irfiyana, IrmaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kesusastraan > Kesusastraan Islam
Sastra
Keywords: Hikayat Kalilah Wa Dimnah; Sang Musafir dan Tukang Emas
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Mr. Supriyatno Hary
Date Deposited: 18 Nov 2015 09:48
Last Modified: 18 Nov 2015 09:48
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2809

Actions (login required)

View Item View Item