Analisis putusan PA Semarang no. 684/Pdt.G/2002/PA.Sm tentang kalalah dalam perspektif Muhammad Syahrur

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Arifin, Muhamad (2009) Analisis putusan PA Semarang no. 684/Pdt.G/2002/PA.Sm tentang kalalah dalam perspektif Muhammad Syahrur. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Muhamad Arifin_C01303060.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, Bagaimana Konsep Pemikiran Muhammad Syahrur tentang kalalah?, Bagaimana dasar putusan hakim dalam memutuskan perkara No 684/Pdt.G/2002/PA.Sm?, dan Bagaimana perspektif Muhammad Syahrur terhadap putusan PA No. 684/Pdt.G/ 002/P A.Sm tentang kalalah? Berkenaan dengan itu, maka penelitian ini menggunakan metode analisis data secara deskriptif kualitatif dengan pola berpikir deduktif yang operasionalnya dimulai dari pemaparan biografi Muhammad Syahrur beserta metode yang digunakan oleh Muhammad Syahrur dalam menetapkan hukum, kemudian baru dikemukakan pandangan Muhammad Syahrur tentang kalalah. Selanjutnya juga dikemukakan data-data khusus dari putusan Pc ,1dilan Agama Semarang nomor: 684/pdt.G/2002/PA.Sm. Kemudian, dengan konsep kalalah Muhammad Syahrur digunakan untuk menganruisis putusan Pengadilan Agama Semarang nomor: 684/iJdt.G/2002/P A.Sm. Kalalah menurut Muhammad Syalµiir adalah orang yang meninggal dunia tidak meninggalkan ahli waris dari garis furu' dan garis usulnamun masih memiliki kel uarga dari ghl'is samplng, yakni saudara. Yang dimaksudkan dengan kel uarga garis furu' adalah al-walad, diwana kata al-walad mencakup pengertian anak laki­ laki dan anak percmpuan, pengertian ini juga c'iperluas dengan gms keturunan ke bawah, yakni cucu dan St:terusnya. Dan yang dimaksud keluarga garis usul arlalah ayah dan ibu dan ke atas, yakni kakek dan nenek. Sedangkan pengertian saudara adalah saudara perempuan dan laki-laki, baik sekandung, sebapak atau seibu, semuannya adalah sama. Pengadilan Agama Semaran mendasarkan putusannya pada pasal 179, 181 dan 185 Kompilasi Hukum Islam (KHI), sehingga hakim memutuskan membeli bagian 1/2 kepada suemi pewaris, tiga saudara seibu dengan bagian 1/3 dan saudara sebapak memperoleh bagianasabhah dari tirkah pewaris. Dan menetapkan anak dari dari HM. Tasim Arif (saudara seibu pewaris) sebagai ahli waris pengganti karena sudah meninggal ketika pewaris meninggal. Menurut Muhammad Syahrur putusan tersebut bertentangan dengan surat al­ Nisa' ayat 12 yang menetapkan bagian saudara ketika berjumlah tiga orang atau lebih dalam waris kalalah adalah 1/3. Karena dalam putusan tersebut secara total bagian saudara adalah 1/2 atau 3/6, yaitu 1/3 atau 2/6 untuk saudara seibu d&n sisa harta dibcrikan kepada saudara sebapak yaitu sebesar 1/6. Jadi bagian saudara adalah 113+1/6 = 3/6. Padahal batas tertinggi bagian saudara adalah 1/3.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Arifin, MuhamadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Pemikiran
Waris
Uncontrolled Keywords: Putusan PA Semarang no. 684/Pdt.G/2002/PA.Sm; kalalah; perspektif Muhammad Syahrur
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 08 Oct 2018 08:13
Last Modified: 08 Oct 2018 08:13
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28086

Actions (login required)

View Item View Item