Analisis hukum Islam terhadap pemikiran Masdar Farid Mas'udi tentang Asnaf dalam Tasarruf Zakat

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Amin, Syaiful (2011) Analisis hukum Islam terhadap pemikiran Masdar Farid Mas'udi tentang Asnaf dalam Tasarruf Zakat. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Syaiful Amin_C51207052.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28084

Abstract

Skripsi adalah hasil penelitian penelusuran buku dan artikel karya Masdar Farid Mas'udi serta buku-buku pendukungnya unt uk menjawab pertanyaan tentang Bagaimana pemikiran Masdar Farid Mas'udi tentang muallaf qulubuhum dalam tasaarruf zakat? Bagaimana metode Istinbat hukum Masdar Farid Mas'udi tersebut? Dan Bagaimana analisis hukum Islam terhadap pemikiran Masdar Farid Mas' udi tentang muallaf qulubuhum dalam tasarruf zakat tersebut? Data penelitian dihimpun melalui telaah pustaka. Selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif, yait u dengan menggambarkan dan menafsirkan data yang telah terkumpul. Data tersebut meliputi biografi Masdar Farid Mas'udi, metode istinbat hukum yang digunakan Masdar Farid Mas'udi, pemikiran hukum Masdar Farid Mas'udi tentang muallafatu qulubuhum yang merupakan bagian dari asnaf penerima zakat, serta data mengenai pandangan para ulama mengenai masalah muallatatu qulubuhum. Masdar Farid Mas'udi berpendapat bahwa ketent uan asnaf dalam tasyarruf zakat merupakan ketentuan yang taktis, bukan esensial. Oleh karena itu ia selalu berubah sesuai dengan tunt utan keadilan dan kemaslahatan umat. Berdasarkan hal ini, Masdar mengatakan bahwa dana zakat untuk sektor muallafatu qulubuhum saat ini bisa dialokasikan kepada orang atau anggota masyarakat yang terperosok mengambil jalan yang berlawanan dengan fitrah kemanusiaannya, yakni orang-orang yang terperosok dalam tindak asusila, kejahatan, atau kriminal. Contoh konkretnya seperti PSK, pengguna narkoba, dan lain-lain. Karena pada dasamya iman mereka lemah dan harus dibujuk agar imannya kuat. Dalam istinbat hukum, Masdar lebih cenderung mengedepankan Maslahah. Sebab yang fundamental dari bangunan pemikiran hukum Islam (fikih) adalah kemaslahatan atau dalam ungkapan yang lebih operasional adalah keadilan sosial. Karena itu, tawaran teoritik (ijtihadi) apa pun dan bagaimana pun, baik didukung dengan nas ataupun tidak, dalam kaca mata Islam adalah sah, dan umat Islam terikat untuk mengambilnya dan merealisasikannya. Maka dari itu Masdar memunculkan kaidah 'iza sahhat al-maslahah fa hiya mazhabi" Apabila kemaslahatan (Baca; Tuntutan keadilan dan kesejahteraan bersama) telah menjadi absah maka itulah madzhabku. Dengan merekonstruksi konsep qat’i - zanni. Dalam memaknai muallaf qulubuhum ini sepertinya Masdar mengabaikan fakta­ fakta sejarah awal-awal Islam, mengabaikan juga illat hukum yang terkandung dalam al-Qur'an dan hadis Rasul tentang muallaf. Masdar hanya meniru keberanian Umar dalam berijtihad, tanpa meniru kejelian Umar dalam menangkap illat dari sebuah teks (al-Qur'an dan Hadis). Untuk saat ini, kita sudah tidak perlu lagi membujuk orang agar masuk Islam atau agar tetap berada dalam Islam dengan iming-iming materi yang diambil dari dana zakat, sebab Islam sudah kuat, Islam sudah banyak pemeluknya. Tidak tepat jika dana zakat dialokasikan unt uk orang-orang yang terperosok ke dalam kejahatan atau asusila, seperti PSK, pengguna narkoba, dan sebagainya. Hanya karena alasan keadilan sosial dan kemaslahatan umat.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Amin, Syaiful--UNSPECIFIED
Subjects: Pemikiran
Zakat
Keywords: Pemikiran Masdar Farid Mas'udi; Asnaf; Tasarruf Zakat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 08 Oct 2018 07:46
Last Modified: 08 Oct 2018 07:46
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28084

Actions (login required)

View Item View Item