Analisis hukum Islam tentang Wasiat Wajibah dalam perkara bagian anak perempuan non muslim sama anak muslimah: studi kasus No.90/P/2009/PA.Sby

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rokip, Abdul (2009) Analisis hukum Islam tentang Wasiat Wajibah dalam perkara bagian anak perempuan non muslim sama anak muslimah: studi kasus No.90/P/2009/PA.Sby. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Abdul Rokip_C01205116.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28073

Abstract

Skripsi ini hasil penelitian lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang apa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Agama Surabaya dalam perkara No. 90/P/2009/PA. Sby? Dan bagaimana analisis Hukum Islam terhadap dasar pertimbangan hukum hakim dalam perkara No. 90/P/2009/PA.Shy? Guna menjawab permasalahan di atas penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara atau interview maupun dengan mengumpulkan data sekunder berupa dokumenter yang merupakan putusan Pengadilan Agama Surabaya. Selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif yaitu mengemukakan teori atau dalil-dalil yang bersifat umum tentang kewarisan khususnya wasiat wajibah yang kebetulan sama sepertiga dalam perkara No. 90/P/2009/PA.Sby. Dasar dan pertimbangan hukum yang digunakan oleh Hakim Pengadilan Agama Surabaya dalam memberikan penetapan terhadap perkara ini antara lain: bahwa anak yang bernama Hertati yang beragama Kristen, tidak bisa mendapatkan warisan karena terhalang hukum syara', akan tetapi Majelis Hakim berpedoman pada putusan MA No.368 K/AG/1995. Bahwa anak yang non muslim tidak termasuk ahli waris tetapi dia berhak mendapatkan harta peninggalan dari kedua orang tuanya berupa wasiat wajibah yang bagiannya sama anak muslim atau muslimah. Menurut hukum Islam mengenai perkara ini, untuk menyelesaikan wasiat wajibah setidaknya tidak lebih dari sepertiga, karena sepertiga itu sudah banyak. Oleh karena itu putusan pengadilan agama yang menganut yurisprudensi kebetulan sama kadar wasiat yang diberikan kepada anak kandung non muslim tidak melebihi sepertiga untuk dijadikan dasar hulrum, karena tidak bertentangan dengan hukum Islam. Untuk itu disarankan: Pcrtama Pengadilan Agama Surabaya khususnya dalam memutuskan perkara yang berhubungan dengan wasiat wajibah, haruslah berdasarkan kepada alQur'an, alijadis, dan Kompilasi Hukum Islam serta Ijtihad Ulama atau Hakim. Kcdua, dalam hal ini para Hakim yang memberikan putusan terhadap penetapan ahli waris dan wasiat wajibah yang menganut yurisprudensi kebetulan sama sepertiga dalam kadar wasiat wajibah, dasar hukum hakim yang digunakan dalam menetapkan dan memutuskan perkara tersebut telah sesuai, kemudian dijadikan untuk menyelesaikan setiap kasus jika sama permasalahannya, jika permasalahannya lain, hakim harus teliti lagi dasar hukum yang akan diterapkan sebagai pertimbangan supaya tidak bertentangan dengan Hukum Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rokip, Abdul--UNSPECIFIED
Subjects: Wasiat
Keywords: Wasiat Wajibah; bagian anak
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 05 Oct 2018 08:28
Last Modified: 12 Nov 2018 02:24
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28073

Actions (login required)

View Item View Item