Bimbingan Konseling Islam dalam mengatasi perasaan bersalah: studi kasus seorang wanita dewasa yang terlambat menikah di Kelurahan Ngrowo Bojonegoro

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sugiarti, Eti (2010) Bimbingan Konseling Islam dalam mengatasi perasaan bersalah: studi kasus seorang wanita dewasa yang terlambat menikah di Kelurahan Ngrowo Bojonegoro. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Eti Sugiarti_B03206009.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Ada dua persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu : ( 1) apa faktor yang menimbulkan perasaan Bersalah pada seorang wanita dewasa yang terlambat menikah di kelurahan Ngrowo Bojonegoro, (2) bagaimana proses pelaksanaan pelaksanaan bimbingan konseling Islam dalam mengatasi perasaan bersalah pada seorang wanita dewasa yang terlambat menikah di kelurahan Ngrowo Bojonegoro. (3) bagaimana basil pelaksanaan bimbingan konseling Islam dalam mengatasi perasaan bersalah pada seorang wanita dewasa yang terlambat menikah di kelurahan Ngrowo Bojonegoro. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam. Maka dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang berguna untuk memberikan fakta-fakta timbulnya perasaan bersalah pada wanita dewasa yang terlambat menikah di kelurahan Ngrowo Bojonegoro. Kemudian data tersebut dianalisis secara kritis sehingga diperoleh makna yang mendalam tentang faktor yang menimbulkan perasaan bersalah pada seorang wanita dewasa yang terlambat menikah tersebut. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) faktor yang menimbulkan perasaan bersalah ada dua yaitu, faktor Intern dan faktor Ekstem. Faktor Intern (dalam diri) meliputi kiteria calon tinggi, minder (rendah diri), iri hati, cemas atau khawatir dan malu. Sedangkan faktor ekstemnya meliputi adik perempuan telah dewasa dan ingin menikah dan komunikasi antara kakak dan konseli tidak bias terjalin dengan baik. (2) proses pelaksanaan pelaksanaan bimbingan konseling Islam dalam mengatasi perasaan bersalah pada seorang wanita dewasa yang terlambat menikah adalah sebagai berikut langkah identifikasi, diagnosa, prognosis, terapi (treatment), dan evaluasi (follow up). Dalam pelaksanan proses konseling peneliti menggunakan pendekatan Rasional Emotif. Pendekatan ini dimaksudkan agar klien dapat mneghilangkan gagasan iirasionalnya kemudian mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan shalat dan dzikir karena dengan mendekatkan diri kepada-Nya akan dapat memperoleh ketenangan jiwa sehingga konseli dapat menghadapi masalahnya sendiri. Adapun hasil yang diperoleh faktor intern dari timbulnya perasaan bersalah berangsur berubah. Sedangkan permasalahan konseli komunikasi dengan kakak konseli belum terselesaikan. Komunikasi diantara mereka masih tidak bisa terjalin dengan baik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sugiarti, Eti--UNSPECIFIED
Subjects: Bimbingan Konseling
Nikah
Uncontrolled Keywords: Bimbingan Konseling Islam; Perasaan Bersalah; Terlambat Menikah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 21 Sep 2018 03:12
Last Modified: 21 Sep 2018 03:12
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28021

Actions (login required)

View Item View Item