Studi komparatif kewarisan kakek bersama saudara dalam perspektif Imam Syafi’i dan Hazairin

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Jamil, R. Moh. Mukhtar (2009) Studi komparatif kewarisan kakek bersama saudara dalam perspektif Imam Syafi’i dan Hazairin. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
R. Moh.Mukhtar Jamil_C01205088.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian kepustakaan tentang kewarisan kakek bersama saudara yang mengkomparasikan antara perspektif imam Syafi'i dan Hazairin. Penelit ian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang: pertama; bagaimana perspektif imam Syafi'i tentang kewarisan kakek bersama saudara?, kedua; bagaimana perspektif Hazairin tentang kewarisan kakek bersama saudara?, dan ketiga; bagaimana analisis terhadap komparasi kewarisan kakek bersama saudara dalam perspektiflmam Syafi'i dan Hazairin?. Data penelitian dihimpun melalui kajian teks dan selanjutnya diana1isis dengan tehnik deskriptif dan kotnparatif. Dari beberapa argumen dan penjelasan-penjelasan at as data yang ada, penyusun menarik konklusi, kewarisan kakek bersama saudara merupakan suat u permasalahan kontroversial jika. diperbandingkan antara pendapat itnam Syafi'i dan Hazairin, karena dari kedua tokoh ini memiliki konsep tersendiri dalam merumuskan kelompok ahli waris. Kakek dalam pesepsi imam Syafi'i hanyalah kakek dari ayah saja yang mendapatkan waris, namun kekek dari ibu bukanlah sebagai ahli waris, dan kakek dapat sama-sama rnenjadi ahli waris jika bersamaan dengan saudara laki-Iaki maupun perempuan sekandung, seayah, sernentara saudara laki-laki dan perempuan seibu terhalang dengan adanya kakek. Sedangkan Hazairin memahami kakek, yait u kakek dari ayah ataupun ibu sama-sama sebagai ahli waris, namun ia terhalang sebab adanya saudara laki-laki dan perempuan, baik ia sekandung, seayah, ataupun seibu beserta keturunan dari para saudara, sebab kekerabatannya lebih tinggi saudara beserta keturunannya dari pada kakek. Kewarisan kakek bersama saudara tidak Iepas dari penafsiran surat al-Nisa' ayat 12 dan 176 tentang mewarisnya saudara dalam keadaan kalilah. Dalam perspel1if imam Syafi'i, kal8lah diartikan orang yang meninggal tidak meninggalkan keturunan laki-laki dan ayah, sehingga kakek dan saudara sama-sama berhak mewaris jika tidak ada keturunan Iaki-laki dan ayah, yang pada penerapannya kakek lebih diuntungkan dalam pembagiannya. Sedangkan Hazairin, arti ka18lah diartikan orang yang meninggal tidak meninggalkan ket urunan laki-laki maupun perempuan dan diperluas artinya dengan menghubungkan dengan surat al-Nisa' ayat 33 tentang ahli waris pengganti, sehingga kakek terhalang dengan adanya saudara dan mewarisnya kakek hanya ketika kalilah, yaitu sebagai pengganti dari ayah atau ibu. Dalam konteks hukum waris di Indonesia, kewarisan kakek bersama saudara walaupun tidak tercantum dalam KHI, tapi dalam penyelesaiannya hakim dalam memutuskan perkara-perkara yang diajukan kepadanya wajib memperhatikan nilai-nilai ukum yang hidup dalam masyarakat sesuai dengan rasa keadilan sebagaimana isi Pasal l29 KHI, sehingga dapat diterapkan menurut imam Syafi'i, karena dalam KHI sendiri tidak dikenal adanya ahli waris pengganti sebagaimana pendapat Hazairin, dan apa yang
tercantum dalam Pasal 185 KHI walaupun merupakan inovasi barn dalam hukum kewarisan. Selama atas penggantian cucu sebagai pengganti dari ayahnya yang kebetulan meninggal erfebih dahulu, hanyalah didasarkan atas keadilan dan kemanusiaan dalarn menjawab tuntutan perubahan sosiaJ berkenaan dengan hukum kewarisan. Sejalan dengan kesirnpulan tersebut, maka dirasa perlu untuk diatur dalarn KHI tentang kewarisan kakek bersama saudara, supaya dalam pelaksanaannya dapat dijadikan pedoman oleh umat Islam Indonesia.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Jamil, R. Moh. MukhtarUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Keluarga
Waris
Uncontrolled Keywords: Kewarisan; kakek; perspektif Imam Syafi’i; perspektif Hazairin
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Arsip Dakwah
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 30 Aug 2018 04:49
Last Modified: 30 Aug 2018 04:51
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/27906

Actions (login required)

View Item View Item