Tinjauan maslahah mursalah terhadap praktik jual beli pedagang asongan di Pusat Grosir Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Husin, Muhammad Ismail (2018) Tinjauan maslahah mursalah terhadap praktik jual beli pedagang asongan di Pusat Grosir Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Muhammad Ismail Husin_C72214091.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan penelitian lapangan yang akan menjawab pertanyaan tentang bagaimana praktik jual beli pedagang asongan di Pusat Grosir Surabaya? dan bagaimana tinjauan mas}lah}ah mursalah terhadap praktik jual beli pedagang asongan di Pusat Grosir Surabaya? Data penelitian ini dihimpun melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu menggambarkan kondisi, situasi, atau fenomena yang tertuang dalam data yang diperoleh tentang praktik jual beli pedagang asongan di Pusat Grosir Surabaya, kemudian dianalisis menggunakan pola pikir induktif dengan menjelaskan teori yang berkaitan dengan jual beli dalam Islam dan teori mas{lah{ah mursalah, untuk selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: pertama, pada praktiknya, pedagang asongan di Pusat Grosir Surabaya membawa dagangannya menggunakan tas atau kresek untuk menghindari petugas keamanan, dan kemudian menawarkan dagangannya pada karyawan toko dan beberapa dari pengunjung. Penawaran dagangan tersebut dilakukan tanpa adanya paksaan. Jika ditinjau dari hukum dan sifatnya, maka termasuk dalam jual beli yang sah dan diperbolehkan dalam Islam, karena telah memenuhi rukun dan syaratnya; kedua, praktik jual beli pedagang asongan tersebut tidak sesuai dengan mas{lah{ah mursalah yang sah, karena kemaslahatan yang ditimbulkan hanya berupa mudahnya mendapatkan makanan dan minuman bagi karyawan serta tidak perlunya modal tambahan untuk menyewa gerai di foodcourt bagi pedagang asongan. Selain itu, praktik ilegal ini juga menimbulkan dampak negatif yang lebih besar bagi pihak pengelola dan pemilik gerai foodcourt, seperti banyaknya sampah berserakan dan menurunnya pemasukan dari konsumen. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka: pertama, hendaknya pengelola menerapkan peraturan bagi pemilik gerai foodcourt berupa harga khusus bagi karyawan toko sehingga tidak kesulitan mendapatkan makanan dengan harga terjangkau; kedua, pedagang asongan hendaknya memperhatikan peraturan yang ada di Pusat Grosir Surabaya dan tidak lagi melaksanakan praktik jual beli ilegal di area tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Husin, Muhammad Ismailmismailh1996@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Ekonomi
Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli > Jual Beli
Keywords: Maslahah mursalah; jual beli; pedagang asongan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Husin Muhammad Ismail
Date Deposited: 20 Aug 2018 08:23
Last Modified: 20 Aug 2018 08:23
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/27776

Actions (login required)

View Item View Item