Konsep pembaruan Revivalisme-Humanis Jamal Al Banna

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Zamzami, Mukhammad (2012) Konsep pembaruan Revivalisme-Humanis Jamal Al Banna. PhD thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Mukhammad Zamzami_F0150839.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Jamal al-Banna adalah adik bungsu dari Hasan al-Banna, pendiri al-Ikhwan al-Muslimin. Tidak seperti saudaranya, Jamal al-Banna adalah seorang sarjana liberal dan kontroversial karena kritiknya terhadap Islam tradisional. Pada 2000-an, ia menggagas proyek pembaruan yang dinamai Revivalisme Islam. Permasalahan penting yang perlu dijawab dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana bangunan konseptual Revivalisme Islam Jamal al-Banna? (2) Bagaimana aplikasi konseptual Revivalisme Islam Jamal al-Banna? (3) Bagaimana kerangka paradigmatik Revivalisme Islam Jamal al-Banna? Dengan menggunakan metode penelitian historis tokoh dan buku, penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, konsep Revivalisme Islam Jamal al-Banna dibangun dengan merekonstruksi secara total sistematika pengetahuan Islam menjadi tiga hal: al-Qur’an, Sunnah, dan Hikmah. Masing-masing diajukan sebagai “cara baca” baru agar pemikiran Islam tidak mengalami anomali dalam menghadapi situasi zaman modern. Melalui “kata kunci” manusia sebagai akar epistemiknya, kepentingan reformasi pemikiran keagamaan ini adalah upaya menegakkan supermasi sipil dan demokrasi. Dengan kata lain, melalui konsep tersebut, Jamal ingin melepaskan pemikiran Islam dari hegemoni salafisme dan modernis-westernis sehingga dapat terlahir Islam yang autentik. Kedua, salah satu wujud aplikasi konsep Revivalisme Islam adalah berkenaan dengan reformasi pandangan politik (al-islah al-siyasi), yakni mengenai hubungan relasional antara Islam dan negara. Mengenai isu ini, Jamal al-Banna menegaskan bahwa keinginan untuk merindukan politik khila fah sebagai prototipe kekuasaan ideal merupakan impossible dream. Karena baginya, Islam adalah agama dan bangsa (umat), bukan agama dan negara. Melalui basis keumatan itulah ide demokrasi dimunculkan sebagai kekuatan negara yang juga ditunjang dengan prinsip shura (musyawarah) dalam dinamika politiknya. Selain itu, Islam juga mempunyai kemiripan dengan fenomena negara sekular Barat yang memisahkan wilayah agama dan otoritas negara, walaupun antara Islam dan Barat yang sekular memiliki perbedaan wawasan eskatologisnya. Ketiga, adapun kerangka paradigmatik Revivalisme Islam Jamal al-Banna adalah paradigma humanisme-religius. Basis kemanusiaan dan kemaslahatan yang menjadi gugus paradigmanya akhirnya mengarahkan kepada pola filsafat eksistensialisme pada landasan ontologisnya. Sedangkan pada landasan epistemologis, melalui upaya rasionalisasi paham keagamaan dengan perwujudan eksemplar-eksemplar atau ijtihad baru—seperti revolusi al-Qur’a n, aktualisasi Sunnah dengan menciptakan sunnah-sunnah baru, atau Hikmah sebagai prinsip keterbukaan dan ketakterbatasan—tercipta prinsip (atau teori) anarkisme metode ala Paul K. Feyerabend dalam revivalisme Islam sebagai media untuk memahami teks-teks keagamaan. Ada dua prinsip yang menaungi anarkisme metode tersebut, yakni prinsip pengembangbiakan (proliferation) dan prinsip apa saja boleh (anything goes). Adapun yang pertama, pengembangbiakan, sebenarnya bukan aturan metodologis melainkan suatu prinsip bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak dapat dicapai dengan mengikuti metode atau teori tunggal. Kemajuan ilmu pengetahuan akan dicapai dengan membiarkan teori-teori yang beraneka ragam dan berbeda satu sama lain berkembang sendiri-sendiri. Sedangkan prinsip kedua apa saja boleh berarti membiarkan segala sesuatu berlangsung dan berjalan tanpa banyak aturan. Semua metode, termasuk yang paling jelas sekalipun pasti memiliki keterbatasan, sehingga tidak harus dipaksakan untuk menyelidiki dan membenarkan setiap analisis. Sementara pada landasan aksiologis, revivalisme Islam Jamal al-Banna bertujuan mewujudkan pengetahuan yang dinamis. Dalam contoh Hikmah—sebagai titik referensi ketiga pengetahuan Islam, Jamal meniscayakan diadaptasikannya seluruh perkembangan mutakhir dalam masyarakat. Setiap kali masyarakat berubah, pengetahuan (Hikmah) harus berkembang mengiringi teks-teks keagamaan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Zamzami, Mukhammadzamzami81@yahoo.comUNSPECIFIED
Subjects: Biografi > Biografi Islam
Dirasah Islamiyah
Pembaruan
Uncontrolled Keywords: Pembaruan; Revivalisme; Humanis
Divisions: Program Doktor > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Fistiyanti Isna
Date Deposited: 27 Aug 2018 03:58
Last Modified: 27 Aug 2018 04:00
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/27744

Actions (login required)

View Item View Item