USLUB AL-BAYAN FI SYI'IR AL-NABIGHAH AL-DZUBYANI : DIRASAH BALAGHIYYAH

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ning Tyas Puji Astutik, Astika (2015) USLUB AL-BAYAN FI SYI'IR AL-NABIGHAH AL-DZUBYANI : DIRASAH BALAGHIYYAH. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (939kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (472kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (373kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (678kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (924kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (415kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (528kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (351kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (351kB) | Preview

Abstract

Puisi Arab merupakan kebanggaan orang Arab pada masa Jahili. Mereka berlomba-lomba untuk menciptakan puisi yang indah hingga mampu diletakakkan di dinding Ka’bah sebagai kebanggaan mereka yang terkenal dengan nama muallaqat. Nabighah Adzubyani adalah salah satu penyair yang memiliki muallaqat bersama penyair terkenal lainya seperti Umruul Qays, Zuhair bin Abi Sulma, Thurfah dan Labid bin Rabiah.
Nama yang sebenarnya adalah Umamah Ziyad bin Mu’awiyah, namun dia lebih dikenal dengan panggilan Nabighah sejak remaja dia sudah pandai bersyair, kata Nabighah sendiri memiliki arti orang yang pandai bersyair, dia mampu mengungguli penyair-penyair yang lain karena ilmunya yang begiru istimewa oleh sebab itu dia diumpamakan air bah yang melimpah.
Nabighah Adzubyani adalah salah satu tokoh penyair jahili yang sangat dipuji dan diunggulkan karena keindahan dalam segi bahasanya dan kandungan artinya (ma’na) syiir-syiirnya sangat mendapat tempat yang teramat istimewa dimasyarakat pada umumnya dan di kerajaan-kerajaan, syiir beliau sangat memukau sehingga beliau di anugrahi sebuah kedudukan yang sangat terhormat sebagai penyair istana, syiir beliau terkenal dengan syiir al-madh (pujian) yang sangat remashur pada masa jahili.
Dalam pembahasan skripsi ini penulis membahas tentang: (1) Apa macam gaya bahasa yang terdapat dalam syiir Nabighah Adzubyani?
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif (untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang penelitian ini) serta metode analisis (sebagai alat untuk mengkaji lebih dalam pada penelitian ini). Metode diskriptif ini menggunakan pengumpulan data dengan menggunakan kajian pustaka dengan berupa kata dan bukan dari angka. Metode analisis yang digunakan analisis balaghah yaitu: 1. Membaca syiir demi syiir. 2. Mengelompokkan syiir-syiir yang mengandung Bayan. 3. Menganalisis syiir-syiir yang terdapat bayan di dalam syiirnya Nabighah.
Setelah penulis teliti, terdapat tiga macam gaya bahasa (Al-uslub Bayan) pada syiir Nabighah yaitu Tasybih, Isti’aroh (tasrihiyah) dan Kinayah. Tasybih ialah gaya bahasa perumpamaan atau penyerupaan penjelasan bahwa satu hal atau beberapa hal memiliki kesamaan sifat dengan hal yang lain, Isti’aroh ialah suatu gaya bahasa yang sama halnya seperti Tasbih namun hanya saja salah satu dari unsur tasbih di hilangkan yaitu musabah dan musabah bih), sedangkan Kinayah ialah gaya bahasa yang di ungkapkan secara tidak langsung

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Mishbahul Munir
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ning Tyas Puji Astutik, AstikaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Kesusastraan > Sastra Arab
Bahasa Arab
Kesusastraan
Sastra
Uncontrolled Keywords: Gaya Bahasa;Syiir Nabighah Adzubyani
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Users 18 not found.
Date Deposited: 17 Nov 2015 01:36
Last Modified: 17 Nov 2015 01:36
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2769

Actions (login required)

View Item View Item