Tinjauan hukum pidana islam terhadap penerapan pasal 363 ayat (1) KUHP dalam tindak pidana pencurian : studi putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa Nomor: 91/Pid.B/2016/PN.Sgm

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Gustimanda, Athfi (2018) Tinjauan hukum pidana islam terhadap penerapan pasal 363 ayat (1) KUHP dalam tindak pidana pencurian : studi putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa Nomor: 91/Pid.B/2016/PN.Sgm. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Athfi Gustimanda_C93214074.pdf

Download (16MB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul “Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Penerapan Pasal 363 Ayat (1) KUHP dalam Tindak Pidana PencurianStudi Putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa Nomor: 91/Pid.B/2016/PN.Sgm”. Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana pertimbangan hakim terhadap Penerapan Pasal 363 Ayat (1) KUHP dalam Tindak Pidana Pencurian. Dalam Studi Putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa Nomor: 91/Pid.B/2016/PN.Sgmdan bagaimana tinjauan hukum pidana Islam terhadap Penerapan Pasal 363 Ayat (1) KUHP Dalam Tindak Pidana Pencurian Studi Putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa Nomor: 91/Pid.B/2016/PN.Sgm. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan berasal dari putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa Nomor 91/Pid.B/2016/PN.Sgm sebagai data primer dan data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, pendapat ahli hukum, serta beberapa karya tulis yang berkenaan dengan tindak pidana pencurian yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dengan pola fikir deduktif untuk memperoleh analisis khusus dalam hukum pidana Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertimbangan hakim pengadilan negeri Sungguminasa Nomor 91/Pid.B/2016/PN. Sgm, Dengan tidak terbuktinya unsur dilakukan diwaktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya dipersidangan maka terdakwa tidak dapat didakwa pasal 363 ayat (1) ke-3 yaitu pencurian dengan pemberatan.Terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana pencurian yang diatur dalam Pasal 362 KUHP karena tidak memenuhi unsur-unsur Pasal 363 pencurian berat ayat (1) ke-3 seperti yang dikdakwakan oleh penuntut umum melainkan memenuhi unsur-unsur yang terdapat pada Pasal 362 pencurian biasa dengan ancaman pidana yang dijatuhkan adalah 5 (lima) bulan penjara dan membebankan biaya perkara sejumlah Rp. 2.500,00 (dua ribu lima ratus rupiah). Hakim sudah seharusnya mempertimbangkan banyak hal sebelum menjatuhkan pidana. Misalnya fakta-fakta yang terungkap di persidangan, serta hal-hal lain yang terkait dengan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa. Berdasarkan analisis hukum pidana Islam, sanksi yang diberikan kepadaterdakwa jarimah sariqoh yang hukuman bagi pencurian yang dibawah batas nasab adalah bahwa merupakan salah satu syarat untuk dilaksanakannya sanksi potong tangan adalah harta yang dicuri harta itu harus sampai nisabnya.
Kata Kunci: Sariqoh, Penerapan dan Konsep 363 KUHP, Kedudukan PERMA No 02 Tahun 2012, Batasan Nisab Pencurian.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Gustimanda, AthfiAthfigustimanda2014@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum > Hukum Pidana
Hukum > Hukum Pidana Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Gustimanda Athfi
Date Deposited: 16 Aug 2018 03:09
Last Modified: 20 Aug 2018 03:11
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/27687

Actions (login required)

View Item View Item