Studi komparasi pemikiran Taqiyuddin an-Nabhani dan Ibnu Taimiyah tentang syarat-syarat kepala negara

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

'Aisy, Mochammad Wildan Rohadatul (2018) Studi komparasi pemikiran Taqiyuddin an-Nabhani dan Ibnu Taimiyah tentang syarat-syarat kepala negara. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Moch. Wildan Rohadatul 'Aisy_C85214039.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang, Bagaimana pemikiran Taqiyuddin an-Nabhani dan Ibnu Taimiyah tentang syarat-syarat kepala negara?, Bagaimana persamaan dan perbedaan pemikiran Taqiyuddin an-Nabhani dan Ibnu Taimiyah tentang syarat-syarat kepala negara?. Data penelitian dihimpun melalui pembacaan dan kajian teks dan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-komparatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persyaratan kepala negara menurut Taqiyuddin an-Nabhani harus memiliki delapan persyaratan. pertama muslim, kedua pria, ketiga baligh, keempat berakal, kelima adil, keenam merdeka, ketujuh mampu memikul tugas kehalifahan, kedelapan tidak mensyaratkan dari golongan suku Quraisy. Sedangkan persyaratan kepala negara menurut Ibnu Taimiyah lebih kepada etika kepala negara harus mempunyai empat sifat. pertama amanah, kedua al-Quwwah, ketiga adil, keempat tidak mensyaratkan dari golongan suku Quraisy. Dari pemikiran kedua tokoh ulama tersebut mempunyai persamaan yakni, sama-sama mensyaratkan bahwa seorang pemimpin kepala negara harus mempunyai sifat yang adil dan tidak mensyaratkan bahwa kepala negara harus dari golongan suku Quraisy. Dari kedua tokoh ulama tersebut juga mempunyai perbedaan yakni menurut Taqiyuddin an-Nabhani, mensyaratkatkan bahwa kepala negara haruslah muslim, pria, baligh, berakal, merdeka dan mampu memikul tugas kekhalifahan. Berbeda dengan Ibnu Taimiyah, menurutnya siapa saja boleh menjadi kepala negara meskipun muslim/non-muslim, pria/wanita sebagai persyaratan kepala negara asalkan memiliki sifat yang harus dipenuhi, yakni amanah dan al-Quwwah. Sejalan dengan kesimpulan diatas dalam terselesaikannya penulisan ini, semoga tulisan ini mampu menjadi referensi rujukan pembaca dan penulis selanjutnya untuk memahami pemikiran Taqiyudin an-Nabhani dan Ibnu Taimiyah tentang syarat-syarat kepala negara.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
'Aisy, Mochammad Wildan Rohadatulmochammadwildan95@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum > Hukum Tata Negara
Ulama
Kepemimpinan
Uncontrolled Keywords: Ulama'; hukum tata negara; kepala negara
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara Islam
Depositing User: Aisy Mochammad Wildan Rohadatul '
Date Deposited: 15 Aug 2018 02:05
Last Modified: 15 Aug 2018 02:05
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/27533

Actions (login required)

View Item View Item