Keutamaan salat jama`ah dalam kehidupan manusia: kualitas dan pemaknaan hadis dalam Kitab Sunan Al-Tirmidhi nomor indeks 215

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nurhuda, Muhammad (2018) Keutamaan salat jama`ah dalam kehidupan manusia: kualitas dan pemaknaan hadis dalam Kitab Sunan Al-Tirmidhi nomor indeks 215. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhamammad Nurhuda_E85214043.pdf

Download (6MB)

Abstract

Salat berjamaah adalah hubungan yang muncul antara ritme salatnya imam dan makmum. Islam adalah agamah yang indah semuanya sudah diatur seperti salat jama’ah yang harus dilaksanakan minimal dua orang, ada pertemuan sosial diantara umat Islam untuk menunaikan ibadah salat pada waktu-waktu tertentu. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kualitas dan kehujjahan sanad dan matan hadis, pemaknaan hadis serta implikasi hadis tentang anjuran mandi sebelum salat jum’at. Dengan begitu akan dilakukan penelitian berdasarkan teori-teori dalam ilmu hadis agar mencapai pemahaman yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif yang mana datanya bersumber dari kepustakaan (library research) dan pengumpulan data diperoleh dengan meneliti kitab Sunan Al-Tirmidhi dengan dibantu kitab-kitab ilmu hadis lainnya. Kemudian dianalisa dengan menggunakan metode takhrij, kritik sanad, dan kritik matan. Hasil dari penelitian ini yakni hadis tersebut yang no. Indeks 215 berkualitas Sahih li dhatihi. Terdapat dua permasalahan, yaitu yang pertama adalah Hannad Ibn as-Sariy Ibn Mus‘ad dan yang kedua adalah ‘Adurrahman Ibn Sulaiman dinilai oleh para kritikus yang bernama Abu Hatim menilainya saduq akan tetapi kritikus lainnya banyak yang menilai keduanya sebagai perawi yang thiqah. Dengan menggunakan teori التعديل مقدم على الجرح, maka Hannad Ibn as-Sariy Ibn Mus}‘ad dan ‘Adurrah}man Ibn Sulaiman termasuk perawi yang thiqah. Dengan demikian antara ‘Umar Ibn ‘Ubayd dan Abi Ishaq terprediksi ada ketersambungan antara guru dan murid. Adapun kehujjahan hadis tentang salat jama`ah no.indeks 215 pada kitab Sunan Al-Tirmidhi, termasuk hadis Sahih li dhatih karena berdasarkan penelitian sanad dan matan hadis ini memenuhi kriteria kesahihan sanad dan kesahihan matan hadis. Disamping itu hadis ini tergolong sebagai hadis yang maqbul ma’mul bih yakni dapat diterima diamalkan serta dapat dijadikan hujjah. Salat berjama`ah diharuskan merapatkan barisan sehingga membentuk adanya tranfer energi positif yang menjadikan kekhusyuka‘an pada seseorang yang tidak khusyu‘. Ketika energi positif masuk ketubuh orang yang salat berjama`ah maka aliran darah mengalir ke otak dengan lancar dan diantara molekul darah ada setitik sinar, setitik sinar itu min nurlillah, ketika sinar itu mengikuti darah menuju otak maka sinar itu akan mengintari otak, maka membuat otak menjadi tengng dan khusu‘ dalam ibadah. Berbeda dengan orang salat berjama`ah barisannya tidak rapat sehingga setan ikut masuk kebarisan salat, maka tranfer kekhusu‘an tidak bisa menyambung. Karena terhalang enerti negatif yaitu setan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nurhuda, Muhammadnurhudamaju@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hadis
Uncontrolled Keywords: Keutamaan Salat jama`ah; Kualitas dan pemaknaan hadis; Kitab Sunan Al-Tirmidhi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Nurhuda Muhammad
Date Deposited: 14 Aug 2018 02:20
Last Modified: 14 Aug 2018 02:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/27424

Actions (login required)

View Item View Item