Komparasi pemikiran Ahmad Hassan dan KH. Hasyim Asy’ari dalam menyikapi hadis daif

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Maghfiroh, Nur (2018) Komparasi pemikiran Ahmad Hassan dan KH. Hasyim Asy’ari dalam menyikapi hadis daif. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Nur Maghfiroh_E95214038.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Diskursus tentang hadis sangat penting untuk dilakukan karena hadis sampai kepada umat Islam melalui transformasi yang cukup panjang. Terutama mengenai pemahaman hadis daif yang sampai saat ini masih mengundang kontroversi. Golongan satu menerima kehujjahan hadis daif tetapi golongan lain menolaknya sehingga menimbulkan konflik diantara keduanya. Seperti halnya yang terjadi antara organisasi Persatuan Islam (PERSIS) dengan Nahdlatul Ulama (NU) yang sampai saat ini masih menuai kontroversi. Penulis bermaksud mengkaji pemikiran kedua tokoh dalam bidang pemahaman terhadap hadis daif. Titik perbedaan pemikiran dua tokoh ini adalah ketika menyikapi hadis daif. Golongan Ahmad Hassan menganggap bahwa hadis daif merupakan hadis yang tertolak dan tidak layak untuk diamalkan. Maka barangsiapa yang mengamalkannya dianggap melakukan praktik bid’ah, karena pada dasarnya apa yang mereka amalkan tidak pasti datangnya dari Rasulullah. Berbeda dengan pandangan KH. Hasyim Asy’ari yang lebih mengutamakan mengamalkan hadis daif daripada qiyas, apalagi membiarkannya. Bagi KH. Hasyim Asy’ari mengamalkan hadis daif boleh-boleh saja selama tingkat kedaifannya tidak berat dan di dalamnya mengandung unsur fadail al-a’mal. Sedangkan implikasi diantara keduanya adalah sama-sama mengakui hadis hasan li ghoirihi, yaitu hadis daif yang naik derajat kedaifannya karena memiliki syahid. Tetapi derajat hasan li ghoirihi ini hanya bisa digunakan untuk menetapkan hukum-hukum yang ringan seperti mubah dan makruh. Langkah yang diambil adalah dengan melacak akar pemikiran dan membandingkan antara keduanya. Apa perbedaan dan persamaan pemikiran antara Ahmad Hassan dan KH. Hasyim Asy’ari dalam menyikapi hadis daif serta implikasinya. Sehingga sampai pada kesimpulan bahwa ada perbedaan dan persamaan metode pengaplikasian hadis daif dari kedua madzhab ini dengan argumentasi masing-masing golongan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Maghfiroh, Nurnurmaghfiroh22@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Aliran dan Sekte
Islam
Hadis
Uncontrolled Keywords: Ahmad Hassan; KH. Hasyim Asy'ari; Hadis Daif
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Maghfiroh Nur
Date Deposited: 27 Sep 2018 07:28
Last Modified: 27 Sep 2018 07:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/27248

Actions (login required)

View Item View Item