Peran KH As'ad Syamsul Arifin dalam penerapan asas tunggal Pancasila di Nahdlotul Ulama

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khoir, Moch Abu (2018) Peran KH As'ad Syamsul Arifin dalam penerapan asas tunggal Pancasila di Nahdlotul Ulama. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Moch Abu Khoir_A72214067.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini mengkaji tentang Peranan KH As’ad Syamsul Arifin dalam Penerapan Asas Tunggal Pancasila di Nahdlutul Ulama (NU). Adapun masalah yang akan dibahas pada skripsi ini sebagai berikut: 1). Bagaimana Riwayat Hidup KH. As’ad Syamsul Arifin 2). Pemberlakuan asas tunggal Pancasila pada masa Orde Baru 3). Kontribusi KH As’ad dalam penerapan Pancasila di NU. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode sejarah. Metode ini menggunakan empat tahap penelitian yaitu, Heuristik (Pengumpulan sumber), Verifikasi (Kritik Sumber), Interpretasi (Penafsiran Sumber), dan Historiografi (Penulisan Sejarah). Penelitian ini menggunakan pendekatan historis. Pendekatan historis digunakan oleh peneliti untuk menjelaskan sejarah riwayat hidup KH As’ad Syamsul Arifin . Adapun teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori kharismatik oleh Max Webber dan teori peran oleh Gross, Mason dan Mc Eachern, yaitu seperangkat harapan-harapan yang dikenakan pada individu yang menempati kedudukan social tertentu. Dengan rumusan masalah yang ada serta dari beberapa penelusuran yang penulis lakukan dari sumber-sumber primer dan sekunder, membuktikan bahwa 1). KH As’ad Syamsul Arifin merupakan tokoh salah satu pendiri ormas terbesar, Nahdlotul Ulama (NU). Lahir di Makkah 1897 M dari pasangan Raden Ibrahim dan Siti Maimunah. Beliau mempunyai pondok pesantren Salafiyah Sa’fiiyah di daerah Situbondo, Jawa Timur 2). Penerapan Pancasila sebagai satu-satunya asas pada masa pemerintahan Orde Baru mengalami dinamika dalam penerapannya. Presiden Soeharto seringkali membicarakan Pancasila dalam setiap pidatonya. P-4 akhirnya berhasil dirumuskan pada tahun 1978 yang disahkan oleh MPR melalui ketetapan MPR No.11/1978. Setelah berhasil dengan P-4, pemerintah Orde Baru ingin menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal bagi semua partai politik dan Organisasi social maupun masyarakat yang ditetapkan melalui ketetapan MPR NO.11/1983. 3). Kontribusi KH As’ad dalam penerapan asas tunggal Pancasila terlihat ketika beliau mendatangi istana dengan di damping mentri agama Munawwir Sjadzali untuk menanyakan langsung terkait hubungan pancasila dengan agama. Yang akhirnya membentuk tim pengakaji Pancasila. Berkat sosialisasi KH as’ad, ulama Madura yang belum sepenuhnya menerima pun menerima asas tunggal Pancasila.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khoir, Moch Abualkhoir21@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Sejarah > Sejarah Indonesia
Pancasila
Keywords: pancasila; KH As'ad; Nahdlotul Ulama
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Khoir Moch. Abu
Date Deposited: 10 Aug 2018 06:58
Last Modified: 10 Aug 2018 06:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/27092

Actions (login required)

View Item View Item