PERBANDINGAN PENAFSIRAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR MENURUT M. QURAISH SHIHAB DAN AL ZAMAKHSHARI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sholihah, Mar’atus (2015) PERBANDINGAN PENAFSIRAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR MENURUT M. QURAISH SHIHAB DAN AL ZAMAKHSHARI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (277kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (829kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (607kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (854kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (271kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan penafsiran amar ma’ruf nahi munkar menurut M. Quraish Shihab dan al- Zamakhshari guna mencari titik persamaan dan perbedaan.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dan metode muqarin (perbandingan) yaitu membandingkan teks ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki kesamaan atau kemiripan redaksi yang beragam dalam satu kasus yang sama atau diduga sama, membandingkan ayat al-Qur’an dengan hadis Nabi yang pada lahirnya antara keduannya bertentangan, juga membandingkan berbagai pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan amar ma’ruf nahi munkar.
Dari penelitian yang penulis lakukan dapat ditemukan hasil rumusan masalah sebagai berikut: bahwa berdasarkan penafsiran dalam surah Ali Imran ayat 104, 110, dan 114 menurut M. Quraish Shihab menjelaskan secara rinci tentang perintah Allah yang yang mencakup : pertama, kewajiban kepada semua umat manusia dan sebagian dari umat menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, yang menerapkannya dimulai dari diri sendiri dan mencegahnya dilakukan sesuai dengan sabda nabi yaitu merubah dengan tangan, lisan dan hati, mencegahnya diseduaikan dengan hadis nabi yaitu merubah dengan tangan, lisan dan hati serta melibatkan pihak berwajib untuk menanganinya. Kedua, Ahli al- Kitab ada yang berlaku lurus, beriman kepada Allah dan hari akhir dan mereka menyuruh kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran dan mengerjakan berbagai kebajikan. Ketiga, mereka (Ahli al- Kitab) yang dapat melakukan apa yang diperintah Allah maka tergolong orang-orang yang saleh. Sedang menurut al-Zamakhshari merupakan kewajiban atas semua umat manusia menyeru berbuat kebajikan dan mencegah berbuatan munkar, mencegah dapat dilakukan dengan menggunakan hal-hal yang mudah, kekerasan dan membunuh.
Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa amar ma’ruf nahi munkar dalam tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan al-Kasysaf karya al- Zamakhshari yaitu amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban atas setiap umat dan sebagian umat memerintahkan atau mengajak diri dan orang lain melakukan hal-hal yang dipandang baik oleh agama, dan melarang atau mencegah diri dan orang lain dari melakukan hal- hal yang dipandang buruk oleh agama

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Muzayyanah Mutasim Hasan
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sholihah, Mar’atusUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Hadis
Tafsir
Uncontrolled Keywords: Amar ma’ruf; Nahi Munkar
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Users 18 not found.
Date Deposited: 11 Nov 2015 03:20
Last Modified: 11 Nov 2015 03:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2691

Actions (login required)

View Item View Item