Pergumulan Soekarno dan Muhammadiyah di Bengkulu tahun 1938-1942

Farida, Farida (2018) Pergumulan Soekarno dan Muhammadiyah di Bengkulu tahun 1938-1942. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Farida_A02213028.pdf

Download (8MB)

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan dengan tema ―pergumulan Soekarno dan Muhammadiyah di Bengkulu tahun 1938-1942‖. Yang di dalamnya terdapat beberapa rumusan masalah yaitu : pertama, bagaimana biografI singkat Soekarno. Kedua, bagaimana perkenalan dan keikutsertaan Soekarno dalam Sarekat Muhammadiyah di Bengkulu tahun 1938. Ketiga, bagaimana kiprah Soekarno dalam sarekat Muhammadiyah di Bengkulu tahun 1938-1942. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yakni, pertama heuristik yaitu sebuah tehnik pengumpulan data, data yang didapat yaitu beberapa karya Soekarno dan H. Abdul Karim Oey, yang merupakan sahabat Soekarno di Muhammadiyah Bengkulu yang meliputi buku Di Bawah Bendera Revolusi, Mengabdi Agama Nusa dan Bangsa dan Sebuah buku autobiografi Soekarno karya Cindy Adams yang berjudul Soekarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Kedua kritik sumber yakni membandingkan berbagai sumber-sumber primer yang didapat dengan sumber-sumber sekunder yang sudah diperoleh. Ketiga interpretasi yakni penulis menafsirkan dari hasil-hasil sumber primer dengan sumber sekunder yang diperoleh. Keempat historiografi yakni penulis menyusun laporan dari ketiga langkah diatas sehingga menjadi skripsi ini. Adapun teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori peranan. Teori peranan merupakan proses dinamis dari status yang apabila seseorang tersebut melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya atau menjalankan suatu peranan. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Pertama, biografi singkat Soekarno yang membahas mengenai genealogi Soekarno, lingkungan hidup Soekarno baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakatnya, pendidikan yang ditempuh Soekarno dan pemikiran-pemikiran keislamannya. Kedua, perkenalan Soekarno dengan pendiri dari Sarekat Muhammadiyah ketika berada di Surabaya hingga keikutsertaannya bergabung dalam Sarekat Muhammadiyah, yang mana dijadikan wadah perjuangannya yang baru saat Soekarno diasingkan ke Bengkulu. Ketiga, peran Soekarno dalam memajukan Muhammadiyah Bengkulu antara tahun 1938-1942 yang meliputi: (1) mengadakan konferensi Daeratul Kubra se-Sumatera, (2) meniadakan atau menghapus tradisi pemberian tabir pembatas bagi laki-laki dan perempuan dalam setiap rapat yang diadakan oleh Muhammadiyah, (3) Penolong Korban Perang (PEKOPE) yang dibentuk oleh Soekarno atas usulan Residen Belanda untuk mempersiapkan diri atas kedatangan Jepang ke Indonesia.

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Medan, Abdul Aziz
Subjects: Islam dan Humanisme
Politik > Politik Islam
Sejarah > Sejarah Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Farida Farida
Date Deposited: 09 Aug 2018 04:04
Last Modified: 09 Aug 2018 04:04
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/26776

Actions (login required)

View Item View Item