Peranan perempuan dalam rumah tangga menurut al-qur'an surat al-nisa' ayat 34 (studi komparasi tafsir al-Sya'rawi karya Muhammad Mutawalli al-Sya'rawi dan tafsir Ibn Kathir karya Ibn Kathir)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nafi'ah, Nurul Ilmah (2018) Peranan perempuan dalam rumah tangga menurut al-qur'an surat al-nisa' ayat 34 (studi komparasi tafsir al-Sya'rawi karya Muhammad Mutawalli al-Sya'rawi dan tafsir Ibn Kathir karya Ibn Kathir). Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Nurul Ilmah Nafi'ah F05214076.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Pemahaman terhadap peranan perempuan rumah tangga terutama ayat al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 228 dan surat al-Nisa’ ayat 34 baik mufassir klasik maupun kontemporer sangat berbeda. Adanya rentang waktu yang cukup lama dari masa Nabi Muhammad sebagai mubayyin awal al-Qur’an hingga masa sekarang pasti mengalami perubahan penafsiran. Karena berimplikasi pada perubahan kondisi sosio-kultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis-komparatif, setelah itu dilakukan komparasi pada persamaan dan perbedaan penafsiran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, Laki-laki mengemban tugas mencari rizqi, menjaga istri dan anaknya, serta memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya. Sedangkan, perempuan mempunyai tugas untuk menjaga kekayaan suami, melahirkan anak-anak, serta memberikan ketenangan dan kasih sayang bagi suaminya. Akan tetapi Allah tidak membatasi siapa yang diberi tafdil oleh Allah. apakah seorang suami atau seorang istri, jika suami yang diberikan tafdil maka dialah yang bisa menanggung atau memenuhi kebutuhan keluarganya, begitu juga sebaliknya jika seorang perempuan (istri) yang diberikan tafdil maka dialah yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga.Persamaan al-Sya’rawi dan Ibn Kathir Al-Sya’rawi dan Ibn Kathir dalam menafsirkan al-Qur’an dari segi sasaran dan tertib ayat, sama-sama menggunakan metode tahlili. Dan bila ditinjau dari segi cara penjelasannya, al-Sya’rawi dan Ibn Kathir sama-sama menggunakan metode bayani atau metode deskripsi. Segi keluasan penjelasan tafsirnya, keduanya menggunakan metode tafsir itnabi. Perbedaan dari keduanya terletak pada Apabila ditinjau dari segi sumber kitab tafsir al-Sya’rawi karya Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi ini termasuk dalam kategori bi iqtirani, sedangkan Ibn Kathir menggunakan metode bi al-ma’thur. Aliran atau kecenderungan yang dianut al-Sya’rawi adalah tafsir ijmali dan Ibn Kathir menggunakan aliran fiqhi. Al-Sya’rawi dan Ibn Kathir sama-sama memaknai kata qawwam itu diartikan laki-laki pemimpin perempuan. Menurut Al-Sya’rawi pemimpin di sini sifatnya kontekstual, sedang Ibn Kathir sifatnya permanen. Dan terhadap istri yang nusyuz, al-Sya’rawi dan Ibn Kathir sepakat pada tiga tahapan. Kata qanitat disini menurut al-Sya’rawi digunakan perempuan dan laki-laki yang beriman kepada Allah (taat), sedangkan Ibn Kathir mengartikannya perempuan yang taat kepada suami terutama memelihara diri dan harta bendanya ketika suaminya tidak ada.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nafi'ah, Nurul Ilmahilmanafia04@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Keluarga > Keluarga - Anak
Keywords: Peranan perempuan ; rumah tangga
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Nafi´ah Nurul Ilmah
Date Deposited: 08 Aug 2018 07:21
Last Modified: 08 Aug 2018 07:21
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/26764

Actions (login required)

View Item View Item