Analisis wacana pesan moral dalam novel Rindu karya Tere Liye: model Teun A Van Dijk

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Subekti, Muhamad Bagus (2018) Analisis wacana pesan moral dalam novel Rindu karya Tere Liye: model Teun A Van Dijk. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Muhamad Bagus Subekti_B06214017.pdf

Download (910kB) | Preview

Abstract

Fokus masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah Apa pesan moral yang terkandung dalam Novel “Rindu” karya Tere Liye dan bagaimana isi pesan moral dalam Novel “Rindu” karya Tere Liye berdasarkan Teori Teun A. Van Dijk. Adapun tujuannya adalah peneliti ingin mengetahui pesan moral yang terkandung dalam novel “Rindu” karya Tere Liye dan untuk mengetahui bagaimana isi pesan moral dalam Novel “Rindu” jika di analisis berdasarkan teori wacana model Teun A. Van Dijk. Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut secara menyeluruh, maka peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti kemudian melakukan observasi dan dokumentasi dalam penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisa sesuai dengan rumusan wacana model Teun A. Van Dijk dengan mengklarifikasi istilah dalam teks. Adapun pesan moral yang terdapat dalam novel rindu karya Tere Liye adalah pesan moral secara religi dan sosial. Isi pesan moral dalam Novel “Rindu” karya Tere Liye berdasarkan Teori Teun A. Van Dijk adalah sebagai berikut: Secara Tematik novel dengan judul “Rindu” bagi yang belum membaca novel ini mungkin akan menganggap novel ini merupakan novel dengan genre romance. Tema yang digunakan dalam novel ini yaitu tentang sebuah perjalanan panjang menuju Tanah suci yang didalamnya terdapat beberapa kisah tentang sebuah kerinduan. Secara skematik Judul dari novel dibuat simple hanya dengan tulisan “Rindu”. Cerita disajikan dengan menggunakan bahasa sehari-hari dan menggunakan alur maju, mulai dari awal cerita hingga akhir. Secara Semantik latar cerita pada novel ini adalah tentang keresahan lima tokoh yang diceritakan dalam novel. Detail yang diceritakan pada novel sangat jelas dengan deskripsi tentang para tokoh dan pengenalan masalah yang dialami para tokoh juga diceritakan secara lengkap sehingga mudah dipahami. Secara sintaksis bentuk kalimat yang digunakan oleh pengarang sebagian besar menggunakan kalimat aktiv. Sedangkan bentuk kata ganti yang digunakan dalam novel ini yaitu bentuk kata ganti orang ketiga dengan menyebut kata”dia” dan menggunakan kata ganti orang ketiga jamak yaitu “mereka”. Secara Stilistik Pilihan kata yang digunakan dalam novel adalah gaya bahasa denotative, artinya kata-kata yang mudah dimengerti dan tidak mengandung perubahan makna. Secara retoris novel ini menggunakan huruf cetak miring dalam beberapa kata yang menggunakan bahasa tidak baku atau bahasa asing. Rekomendasi dan saran kepada peneliti selanjutnya agar penelitian mengenai analisis wacana ini mampu menjadi acuan dan mampu mengembangkan penelitian ini.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Subekti, Muhamad Bagusbagusubekti@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Ilmu Komunikasi
Kesusastraan
Keywords: Analisis Wacana; Pesan Moral; Novel; Tere Liye
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Subekti Muhamad Bagus
Date Deposited: 09 Aug 2018 09:06
Last Modified: 09 Aug 2018 09:06
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/26741

Actions (login required)

View Item View Item