Analisis resepsi iklan layanan masyarakat versi “boleh gaul tapi ingat sopan santun” pada mahasiswa KPI UIN Sunan Ampel Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fadhel, Fahmi Muhammad (2018) Analisis resepsi iklan layanan masyarakat versi “boleh gaul tapi ingat sopan santun” pada mahasiswa KPI UIN Sunan Ampel Surabaya. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Fahmi Muhammad Fadhel_F120715272.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Iklan layanan masyarakat merupakan iklan yang dibuat dan ditayangkan oleh media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap suatu isu atau kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya iklan layanan masyarakat versi “boleh gaul tapi ingat sopan santun” karena di dalamnya menceritakan tentang tata krama antara anak muda dan orang tua secara singkat dengan menggunakan bahasa verbal dan nonverbal yang menarik banyak perhatian. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Mahasiswa KPI UIN Sunan Ampel Surabaya memahami iklan layanan masyarakat “boleh gaul tapi ingat sopan santun”? (2) Bagaimana Mahasiswa KPI UIN Sunan Ampel Surabaya memaknai iklan layanan masyarakat “boleh gaul tapi ingat sopan santun”? Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerimaan Mahasiswa KPI UIN Sunan Ampel Surabaya terhadap iklan layanan masyarakat “boleh gaul tapi ingat sopan santun” (2) Mendeskripsikan makna iklan layanan masyarakat “boleh gaul tapi ingat sopan santun” oleh Mahasiswa KPI UIN Sunan Ampel Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis resepsi, karena bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang hasil interpretasinya merujuk pada konteks. Teori pendukung dari penelitian ini adalah teori Stuart Hall yang menurutnya khalayak melakukan decoding terhadap pesan media melalui tiga kemungkinan posisi, yaitu posisi Hegemoni Dominan, posisi Negosiasi, posisi Oposisi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keduabelas informan menempati posisi dominan-hegemonik, produsen acara menggunakan kode-kode yang bisa diterima secara umum. Lima informan menempati posisi negotiated-reading, kode yang disampaikan produsen, ditafsirkan secara terus-menerus diantara kedua belah pihak. Satu informan menempati posisi oppositional-reading, penolakan iklan tersebut dengan alasan budaya daerah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fadhel, Fahmi Muhammadfahmifadhel10@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Dakwah > Dakwah, Media
Ilmu Komunikasi
Iklan
Keywords: Analisis Resepsi; Iklan Layanan Masyarakat
Divisions: Program Magister > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Fadhel Fahmi Muhammad
Date Deposited: 07 Aug 2018 07:03
Last Modified: 07 Aug 2018 07:03
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/26431

Actions (login required)

View Item View Item