المعنى الإضافي في الشعر "الطلاسم" لإيليا أبي ماضي: دراسة دلالية

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kusumawardhana, Muhammad (2018) المعنى الإضافي في الشعر "الطلاسم" لإيليا أبي ماضي: دراسة دلالية. Undergraduate thesis, UIn Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Muhammad Kusumawardhana_A91214118.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Sesuai dengan judul yang diangkat pada penelitian ini. Penulis akan mengangkat sebuah puisi yang fenomenal, bahkan hingga saat ini sering digunakan oleh para cendekiawan luar negeri, terutama para penceramah sebagai contoh ideal manusia yang menyesal dengan apa yang diyakininya selama hidup, berdasarkan dengan riwayat hidup Elia Abu Madhi yang atheis dan rasional dalam memahami segala sesuatu, hingga hampir semua karyanya menyinggung masalah agama yang irasional. Hingga muncul puisi “Talisman” yang merupakan sapu jagat dari semua penyesalan sang penyair tentang kenyakian akan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan, seperti kelahiran, kematian, hingga apa yang harus dilakukan untuk kehidupan ini. Dan semua penyesalan dalam puisi pun lebih bisa dirasakan dan dipahami oleh para pembaca ketika setiap akhir penggalan puisi ini disimpulkan dengan ungkapan “aku tak tahu”. Skripsi tentang puisi “Talisman” ini akan dibahas melalui pendekatan makna Gramatikal, yakni salah satu teori semantik yang akan mengkaji makna sebuah kata dari sudut pandang kontekstual literal, sehingga akan banyak sekali makna yang terkandung dalam suatu kata jika disandingkan dalam sebuah ungkapan ataupun kalimat. Hal ini menurut penulis dipandang penting dalam mengkaji sebuah literasi, karena metode ini akan membantu para pembaca dalam memahami sebuah teks, terutama dalam puisi sendiri yang memiliki banyak sekali perumpamaan yang terkadang tidak dapat dijelaskan dalam kamus literal dan membutuhkan pemahaman akan susunan suatu kata dalam sebuah kalimat, yang dalam hal ini tidak mungkin lagi bagi seorang pembaca untuk mencari arti perkata dengan hanya bermodalkan sebuah kamus. Sebagai contoh kata (طريق) yang jika kita pahami secara leksikal memiliki arti sebuah jalan, akan tetapi akan lain artinya jika disandingkan dalam sebuah kalimat (كيف أبصرت طريقي؟). Karena makna jalan untuk sebuah kata (طريق) dalam kalimat tersebut terasa kurang dibenak pembaca, sehingga digunakanlah makna gramatikal yang berari hidup atau jika diartikan dalam kalimat (Bagaimana aku melihat kehidupanku?). Dan dalam pembahasan ini penulis menyimpulkan bahwa ada hubugan erat antara makna gramatikal dengan puisi “Talisman” ini, jika melihat dari riwayat hidup dan gaya tulisan dari penyair Elia abu Madi sendiri, maka hampir semua karya mengandung pemikiran filsafat yang dalam, meskipun ungkapan yang digunakan adalah proses alamiah yang terjadi didunia yang diinai terlalu sederhana dan rasional, seperti terjadinya gemuruh ombak yang dejelaskan secara terinici dan logis dalam puisi ini, dan semua pemikiran yang ditemukan ini merupakan salah satu hasil dari pendekatan makna gramatikal dan penggunaannya di dalam puisi “Talisman” yang sangat fenomenal ini.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Kusumawardhana, Muhammadmuh.kusuma@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Adab
Bahasa Arab
Sastra
Bahasa Arab > Tata Bahasa
Uncontrolled Keywords: Makna Leksikal; Makna Gramatikal; puisi; Elia Abu Madhi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Kusumawardhana Muhammad
Date Deposited: 06 Aug 2018 03:30
Last Modified: 06 Aug 2018 03:30
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/26022

Actions (login required)

View Item View Item