KEPURBAKALAAN KOMPLEK MAKAM SYEKH IBRAHIM ASMOROQONDI DI TUBAN : STUDI SEJARAH DAN AKULTURASI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mahmudah, Siti Nur (2015) KEPURBAKALAAN KOMPLEK MAKAM SYEKH IBRAHIM ASMOROQONDI DI TUBAN : STUDI SEJARAH DAN AKULTURASI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (371kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (416kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (419kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (452kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (170kB) | Preview

Abstract

Penyebaran Islam di Jawa tidak lepas dari peran wali, yang dalam konsepsi orang Jawa disebut sebagai wali songo. Melalui peran wali songo inilah Islam berkembang dan melembaga di dalam kehidupan masyarakat, sehingga banyak tradisi yang dinisbahkan sebagai kreasi dan hasil cipta rasa wali songo yang hingga sekarang tetap terpelihara di tengah-tengah masyarakat
Skripsi ini berjudul Kepurbakalaan Komplek Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi Di Tuban (Studi Sejarah dan Akulturasi). Masalah yang diangkat dalam penulisan ini adalah 1) Bagaimana kondisi Tuban sebelum datangnya Islam? 2) Bagaimana peran Syekh Ibrahim ASmoroqondi dalam proses masuknya Islam di Tuban? 3) Bagaimana Segi akulturasi budaya pada komplek makam Ibrahim Asmoroqondi ?
Hasil dari penelitian ini dapat dipaparkan bahwa: Akulturasi pada komplek makam Syeikh Ibrahim Asmoroqondi yaitu Makam Syeikh Ibrahim Asmoroqondi berada di Desa Gesikharjo kecamatan Palang, kabupaten Tuban. Pada komplek makam Syeikh Ibrahim Asmoroqondi hanya terdapat dua halaman saja yaitu halaman pertama terdapat dua pintu paduraksa, masjid dan sumur kuno. Sedang pada halaman kedua terdapat makam induk yaitu makam Syeikh Ibrahim Asmoroqondi dan sahabatnya yang berada di dalam cungkup, serta makam para santri, juru kunci dan warga Desa Gesikharjo yang berada di luar cungkup. Di Indonesia makam ialah sistem penguburan bagi muslim, di mana di atas permukaan tanah orang atau tokoh yang dikuburkan itu dibuat tanda yang berbentuk bangunan persegi panjang dengan hiasan maesan di utara dan selatan. Arah utara dan selatan dengan posisi mayat yang miring ke arah kiblat menunjukkan penghormatan keagamaan, ini menunjukkan bahwa yang meninggal adalah muslim. Pada masa pra sejarah bangunan makam berposisi barat dan timur, kepala pada bagian barat dan kakinya ada di bagian timur sebagai simbol menghadap matahari ketika terbit, sedang masa Hindu di Jawa bagi seorang tokoh sentral yang meninggal di candikan

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Imam Ghazali
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mahmudah, Siti NurUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi
Budaya Islam
Sejarah
Uncontrolled Keywords: Purbakala; Makam; Asmoroqondi; Sejarah; Akulturasi; Biografi; Profil
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 05 Nov 2015 00:39
Last Modified: 05 Nov 2015 07:00
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2590

Actions (login required)

View Item View Item