ARSITEKTUR MASJID ASHABUL KAHFI PERUT BUMI AL MAGHRIBI TUBAN JAWA TIMUR

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sholikatin, Sholikatin (2015) ARSITEKTUR MASJID ASHABUL KAHFI PERUT BUMI AL MAGHRIBI TUBAN JAWA TIMUR. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (145kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (140kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Arsitektur Masjid Ashabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi Tuban”. Adapun fokus penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam skripsi ini adalah, 1. Bagaimana sejarah berdirinya masjid Ashabul Kahfi? 2. Bagaimana bentuk arsitektur masjid Ashabul Kahfi? 3. Apa nilai-nilai yang terkandung dalam arsitektur masjid Ashabul Kahfi?.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan Akulturasi Budaya, di mana budaya berjalan beriringan dalam arsitektur masjid Ashabul Kahfi. Berkenaan dengan masalah diatas. Maka penulis memberi gambaran tentang bagaimana perkembangan arsitektur masjid Ashabul Kahfi, yakni bentuk ornament serta nilai-nilai budaya Islam.
Pada penelitian ini penulis memaparkan kesimpulan bahwa, pertama, masjid Ashabul Kahfi yang awalnya hanya sebuah gua yang tidak bermanfaat bagi masyarakat, karena kondisinya yang tandus, kemudian Kyai Subhan Mubarok berinisiatif untuk membangun gua tersebut menjadi sebuah masjid yang dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama orang mulim. Kedua, Arsitektur masjid Ashabul berbentuk sulur-suluran, kaligrafi, tulisan hanacaraka. ketiga, nilai-nilai yang terkandung dari berbagai budaya Islam, Hindu dan lokal (Jawa). Dari kesinambungan budaya-budaya tersebut, maka penulis menggunakan teori Difusi, di mana budaya lebih ke arah survival (kelestarian), yakni kebudayaan dari tempat satu ke tempat yang lain

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Ali Mufrodi
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sholikatin, SholikatinUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi
Sejarah
Keywords: Arsitektur; Masjid; Ashabul Kahfi; Perut Bumi; Sejarah; Biografi; Profil
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 04 Nov 2015 08:43
Last Modified: 04 Nov 2015 08:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2586

Actions (login required)

View Item View Item