MOBILITAS SOSIAL EKONOMI KAMPUNG KEMASAN KOTA ISLAM GRESIK TAHUN 1890-1920 M

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hakim, Aris Lukman (2015) MOBILITAS SOSIAL EKONOMI KAMPUNG KEMASAN KOTA ISLAM GRESIK TAHUN 1890-1920 M. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (184kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (366kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (330kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (173kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas “Mobilitas Sosial Ekonomi Kampung Kemasan Kota Islam Gresik Tahun 1890-1920 M”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Sejarah dan Kondisi Umum Kampung Kemasan Gresik. 2) Bagaimana Biografi H. Oemar dan Perkembangan Sosial Ekonomi Kampung Kemasan Gresik pada tahun 1890-1920. 3) Apa Penyebab Faktor Keberhasilan Sosial Ekonomi H. Oemar.
Dalam hal ini penulis menggunakan pendekatan ilmu bantu sosiologi dan antropologi. Ilmu bantu sosiologi untuk meneropong segi-segi sosial peristiwa yang dikaji seperti golongan mana yang berperan serta nilai-nilainya, hubungan dengan golongan lain dan ideologinya. Sedangkan Antropologi untuk mengungkap nilai-nilai yang mendasari tokoh, status, gaya hidup dan sistem yang mendasari pola hidup.
Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa: Kampung Kemasan awalnya adalah milik orang China yang bernama Bak Liong yang mempunyai keterampilan membuat kerajinan dari emas. Pada tahun 1855, H. Oemar bin Ahmad yang dikenal sebagai pedagang Kulit mendirikan sebuah rumah di kawasan ini. Pada tahun 1896 mendirikan pabrik pnyamakan kulit di Kemasan. Awalnya usaha ini digagas oleh H. Oemar dan di lanjutkan olh kelima anaknya yaitu pak Asnar, H. Djaeland, H. Oemar Djanueddin, H. Moeksin dan H. Abdul Gaffar. Pada tahun 1898 usaha ini berkembang pesat hingga keluar Jawa. Sehingga dengan berdirinya pabrik penyamakan kulit ini mampu mendorong ekonomi kampung Kemasan. Keberhasilan H. Oemar dalam usaha perkulitan dikarenakan beberapa faktor yaitu kerja keras, teliti serta hati-hati dalam mengambil tindakan di ajarkan kepada kelima anaknya yang sudah lama disiapkan sebagai penerusnya. Selain itu persepsi masyarakat Gresik tentang suatu pekerjaan adalah ungkapan kebebasan, karenanya pekerjaan tidak bisa dilakukan dengan keterpaksaan. Bagi orang Gresik lebih baik bekerja sendiri dari pada ikut orang lain. Etos kerja inilah yang sangat mewarnai cara kerja orang Gresik yang diwariskan kepada anak-anaknya hingga turun temurun termasuk kelima anak H. Oemar

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Lailatul Huda
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hakim, Aris LukmanUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Biografi
Sejarah
Keywords: Sosial; Ekonomi; Kampong; Kota; Biografi; Profil; Sejarah
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 04 Nov 2015 08:15
Last Modified: 04 Nov 2015 08:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2582

Actions (login required)

View Item View Item