Akulturasi budaya Hindu-Islam: membedah makna tradisi Sokok Taluh masyarakat muslim desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Buleleng Bali

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Shofa, Muhammad (2018) Akulturasi budaya Hindu-Islam: membedah makna tradisi Sokok Taluh masyarakat muslim desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Buleleng Bali. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Muhammad Shofa_F11212132.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

Thesis ini merupakan penelitian lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akulturasi budaya Hindu-Islam dalam tradisi Sokok Taluh masyarakat muslim desa Pegayaman. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami makna yang terdapat dalam tradisi Sokok Taluh tersebut. Lebih dalam lagi, adalah untuk memahami nilai atau eksistensi agama dan budaya dalam tradisi tersebut. Pertanyaan pokok yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana akulturasi budaya Hindu-Islam terkait dengan tradisi Sokok Taluh masyarakat muslim desa Pegayaman? Kedua, bagaimana makna tradisi Sokok Taluh masyarakat muslim desa Pegayaman? Ketiga, nilai atau eksistensi agama dan budaya terkait tradisi Sokok Taluh tersebut? Adapun teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dan teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis untuk menganalisa data-data yang diperoleh dari lapangan atau lokasi penelitian, pustaka, observasi dan wawancara mendalam terhadap beberapa pihak atau pemangku kepentingan tradisi ini di desa Pegayaman. Penelitian ini menemukan tentang proses akulturasi budaya Hindu-Islam pada tradisi Sokok Taluh yang dilakukan oleh masyarakat muslim desa Pegayaman dan terbukanya pemahaman terkait beberapa simbol yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi ini. Penelitian juga menjawab akan eksistensi agama dan budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim desa Pegayaman. Implikasi teoritis dari penelitian ini menguatkan teori tindakan sosial Max Weber bahwa manusia melakukan suatu tindakan karena mereka memutuskan melakukan tindakan itu untuk merengkuh apa yang mereka kehendaki. Sedangkan bila menggunakan kacamata teori interaksionisme simbolik, ditemukan bahwa perangkat yang digunakan dalam tradisi ini, baik itu berupa barang, gerakan, serta suara merupakan bentuk akulturasi budaya Hindu-Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Shofa, Muhammadshofamuhammad@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Budaya Islam
Budaya - Agama
Filsafat
Filsafat > Filsafat Agama
Budaya
Tradisi Islam
Uncontrolled Keywords: Akulturasi; Sokok Taluh; Pegayaman
Divisions: Program Magister > Filsafat Agama
Depositing User: Shofa Muhammad
Date Deposited: 31 Jul 2018 04:08
Last Modified: 31 Jul 2018 04:08
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/25735

Actions (login required)

View Item View Item